Ada 'Trump Effect', Kepala BKPM Jamin Target Investasi Tetap Tercapai

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Selasa, 15 Nov 2016 11:51 WIB
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) memberikan dampak yang cukup signifikan ke pasar keuangan dunia, termasuk Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan sejak Jumat (11/11/2016) lalu.

Sentimen negatif tersebut terjadi karena banyaknya investor asing yang menarik dananya dari Indonesia.

Kepala BKPM Thomas Lembong menjamin sentimen negatif di pasar keuangan Indonesia tidak akan berpengaruh ke iklim investasi. Hingga akhir tahun, target investasi BKPM masih tetap Rp 594,8 triliun, hingga kuartal III-2016, realisasi investasi sudah mencapai Rp 453,4 triliun.

"Sementara target ini kita tidak mengubah target investasi tahun ini, tahun depan, maupun tahun berikutnya. Apapun perkembangan seperti Brexit atau hasil daripada pilpres Amerika Serikat kita harus bisa cari jalan, selalu ada solusi," kata Lembong dalam acara Indonesia Economic Forum (IEF) di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (15/11/2016).

Lembong mengatakan fenomena kemenangan Trump yang berimbas ke pasar keuangan Indonesia bisa dianggap sebagai kesempatan. Sehingga masih ada peluang untuk mengejar target investasi hingga akhir tahun.

"Satu kejadian bisa jadi masalah atau jadi kesempatan. Seberapa pandai kita menyesuaikan dan memanfaatkan situasi yang berkembang," tutur Lembong.

Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah mengejar investor untuk menanamkan modalnya ke Indonesia. Dirinya yakin kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih sangat stabil.

"Jangan perkembangan jadi alasan kenapa kita nggak bisa berkinerja," ujar Lembong. (dna/dna)