Trump Jadi Presiden, BPS: Semoga Ekspor RI ke AS Tak Terpengaruh

Trump Jadi Presiden, BPS: Semoga Ekspor RI ke AS Tak Terpengaruh

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 15 Nov 2016 13:29 WIB
Trump Jadi Presiden, BPS: Semoga Ekspor RI ke AS Tak Terpengaruh
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Amerika Serikat (AS) menjadi negara tujuan ekspor utama Indonesia. Selama Januari-Oktober 2016, ekspor ke negeri Paman Sam tersebut mencapai US$ 12,89 miliar, atau memegang porsi 12,12% dari total ekspor.

Hal ini diharapkan tidak berubah, setelah Donald Trump menjabat sebagai Presiden AS. Trump diketahui memiliki pandangan yang berbeda tentang perdagangan.

"Dengan adanya pergantian Presiden AS, semoga tidak akan pengaruh terhadap ekspor Indonesia yang memang paling besar ke AS," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto, dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (15/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam rinciannya, ekspor minyak dan gas bumi (migas) mencapai US$ 354,4 juta dan non migas sebesar US$ 12,8 miliar. Bila dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, ada penurunan 2,74%.

Beberapa produk utama selain migas yang diekspor adalah karet, tekstil, alas kaki, peralatan rumah tangga, komponen mesin dan peralatan listrik, kopi, coklat, dan lainnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Sasmito BPS, Hadi Wibowo, menambahkan banyak pihak yang cukup khawatir terkait kebijakan dari Trump ke depannya. Terutama pada sisi perdagangan.

Namun bila dilihat lebih jauh, Sasmito menilai, sebagai Presiden tentunya Trump juga akan mempertimbangkan kebijakannya lebih seksama. Sehingga belum tentu seluruh rencana akan diimplementasikan.

"Dia juga pengusaha, jadi kepentingan bisnis juga akan menjadi bisnis antara negara. Beliau juga sudah sampaikan hubungan antar negara saling menghargai dan adil," paparnya.

"Tapi saya rasa waktu implementasinya, kepentingan bisnis, kepentingan bersama akan diperhatikan juga. Saya nggak khawatir ekspor kita ke AS. Saya kira tetap berjalan," tegas Sasmito. (mkl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads