Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, kerugian dari hilangnya devisa karena impor susu ini mencapai Rp 15 triliun per tahun. Impor terjadi, menurutnya, karena populasi sapi perah lokal masih jauh dari kata cukup.
"Impor susu setahun 3 juta ton. Kalau harganya Rp 5 juta per ton, kalikan 3 juta, berarti kita rugi Rp 15 triliun. (Masalah) impor ini harus kita selesaikan sendiri," ucap Amran, di Sentra Sapi Perah Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Selasa (15/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami imbau, dahulukan milik peternak lokal. Jangan mikir impor terus. Susu ini harus menguntungkan," ujar menteri asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ini.
Menurut Amran, dirinya tak habis pikir bagaimana Indonesia yang memiliki tanah luas yang jadi modal untuk pakan murah sapi, namun kebutuhan susunya malah tergantung impor dari Australia.
"Apa sih di negara kita yang nggak ada. Cari pakan (ternak) lempar apa saja bisa tumbuh," tandasnya. (wdl/wdl)











































