"Sempat bolak-balik didorong tapi memang belum ada perkembangan. Baru sekarang dimulai lagi pekerjaanya," ujar dia saat dihubungi detikFinance, Senin (14/11/2016).
"Saat ini lahan untuk jalan tol sedang dikebut. Sudah Rp 400 miliar yang dibayarkan untuk pembebasan lahan dari total keseluruhan sekitar Rp 2,76 triliun," sambung dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanah secara keseluruhan sudah 21,6%. Kita kebut terus prosesnya, diharapkan pembebasan lahan rampung akhir tahun. Jadi tahun 2017 sudah bisa jalan konstruksinya," pungkas dia.
Tol Cinere-Serpong sepanjang 10,14 kilometer (km) dikelola oleh PT Cinere Serpong Jaya (CSJ), PT CSJ semula dibentuk oleh PT Waskita Toll Road dengan penguasaan saham 20% dan PT Thiess Contractor Indonesia sebesar 80%.
Lama tak menunjukkan perkembangan, saham dari Thiess kemudian diambil alih oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Jasa Marga menggandeng PT Waskita Toll Road dan PT Jakarta Propertindo dalam satu konsorsium.
Komposisi pemegang saham pun berubah, Jasa Marga kemudian menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 55%, sedangkan Waskita 35%, dan JakPro 10%. (dna/wdl)











































