Dari jumlah tersebut, pemerintah sendiri hanya mampu berkontribusi sekira 30% nya akibat keterbatasan dana yang ada. Sisanya akan disediakan oleh BUMN, swasta, dan juga public private partnership (PPP).
Demikian yang diucapkan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi saat memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Nasional di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (16/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi menegaskan, guna mempercepat pembangunan infrastruktur, maka diperlukan alternatif pendanaan lainnya, yakni peningkatan partisipasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta.
"Ketika pembangunan infrastruktur ingin dipercepat, pada masa mendatang, ketergantungan kepada APBN tidak dapat dipertahankan lagi. Saya tegaskan sekali lagi, ketergantungan kepada APBN tidak dapat dipertahankan lagi. Alternatif pendanaan lainnya adalah peningkatan peran swasta dan BUMN dalam melakukan infrastruktur transportasi," tegas Budi.
Namun demikian, pembangunan infrastruktur transportasi Indonesia kerap terkendala oleh masalah pembebasan lahan.
"Kendalanya dalam kerjasama swasta, seperti sulitnya pengadaan tanah. Ketidakmampuan sektor swasta untuk masuk ke dalam investasi yang berisiko," tukas dia.
(ang/ang)











































