Jumlah pengunjung mal di Jakarta kata dia berkurang hingga 30%. Hal ini terjadi sehari setelah aksi ini terjadi, yakni pada Sabtu (5/11).
Demikian diungkapkan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia, Stevanus Ridwan dalam diskusi media di Ibis Hotel Harmoni, Jakarta, Rabu (16/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Besoknya rata-rata kehilangan 28% pengunjung. Sorenya mulai timbul keyakinan, mulai kurang jadi belasan persen turunnya. Malamnya baru 7%-an kurangnya. Mulai ada timbul keberanian pas sore menjelang malamnya," tambahnya.
Lanjut dia, keresahan masyarakat sebetulnya bukan kepada aksi demo yang berlangsung, melainkan adanya situasi lalu lintas yang menghambat jalan untuk beraktivitas di area demo tersebut berlangsung.
Hal ini juga mengakibatkan adanya tambahan operasional bagi pengelola mall, karena adanya biaya tambahan untuk pengamanan.
"Terus terang yang kelihatan merugikan signifikan itu biaya keamanan. Mahal banget. Di-double bahkan di-triple. Yang harusnya pulang jadi tidak pulang. Tahu sendiri biaya lembur mahal banget. Ini meningkatkan biaya operasional menjadi tinggi," tukasnya. (mkl/mkl)











































