Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mengatakan untuk mengatasi disparitas harga di pedalaman, pemerintah berencana mengucurkan subsidi khusus untuk tol udara.
"Di Timur dan Barat ada disparitas harga, khususnya di Papua, apalagi yang di gunung-gunung itu. Itu jadi perhatian dari kami, selain tol laut, juga akan dibuat tol udara. Jadi tahun depan selain tol laut, kita juga subsidi untuk tol udara," ungkapnya dalam acara Rakornas Kadin Bidang Perhubungan di Graha CIMB, Jakarta, Rabu (16/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, untuk tol laut sendiri, pihaknya juga akan mendorong lebih banyak lagi truk-truk yang bisa diangkut dengan kapal, dengan membuat rute-rute baru tol laut antar pulau.
Dalam program tersebut, pemerintah pun tengah menyusun regulasi agar ada subsidi untuk kapal-kapal untuk mengangkut truk antar pulau.
"Laut ini selama ini nggak tersentuh. Dalam statistik, pergerakan barang 94% ada di darat, hanya 4% yang di luat. Maka kita coba gerakkan kalau bisa truk jalannya di luat saja. Kita buat (kapal) roro Lampung ke Jakarta, kemudian Semarang, Surabaya, sampai Lombok," terang Budi.
"Kita upayakan Perpres buat subsidi roro supaya bisa kompetisi dengan darat. Karena kalau dihitung-hitung darat dianggap lebih murah. Tapi sebenarnya lebih mahal kalau dihitung biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk rawat jalan raya," pungkasnya. (ang/ang)











































