Pengusaha Harap-harap Cemas Tunggu Kebijakan Trump

Pengusaha Harap-harap Cemas Tunggu Kebijakan Trump

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Rabu, 16 Nov 2016 20:01 WIB
Pengusaha Harap-harap Cemas Tunggu Kebijakan Trump
Foto: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo
Jakarta -
Terpilihnya Donald J Trump menjadi presiden Amerika Serikat (AS) ke-45 diantisipasi oleh banyak kalangan, termasuk ke dunia usaha Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan, karakter dari presiden yang diusung oleh Partai Republik ini masih belum dapat diprediksi.

Trump sendiri diketahui akan melakukan kebijakan proteksionisme untuk sektor perdagangan, dimana Amerika akan lebih mengandalkan kekuatan dari dalam negeri dibanding dari luar.

"Yang kita khawatirkan adalah sikapnya AS untuk protect banget. Jadi selama itu tidak terjadi, tidak masalah. Tapi kan kita juga masih menanti sikapnya Trump ini bagaimana. Karena yang dia suarakan selama kampanye kan seperti lebih kepada protect. Akan mengeluarkan imigran dan lain-lain. Kalau ini begini sampai ke ekonomi AS kan otomatis akan berpengaruh ke seluruh dunia," ujar dia dalam diskusi media di Hotel Ibis Harmoni, Jakarta, Rabu (16/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun demikian, menurut Ia yang penting adalah bagaimana Indonesia bisa menjaga penguatan ekonomi dari dalam negeri. Misalnya dengan menahan masuknya impor untuk produksi dalam negeri. Hal ini mengingat ekspor Indonesia juga belum seperti yang diharapkan.

"Jadi sekarang ini paling tidak yang diupayakan adalah harus mengurangi semaksimal impor kita, jadi substitusi impor harus betul-betul diberikan insentif, didorong untuk tumbuh di Indonesia," jelasnya.

Satu suara dengan Haryadi, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaya Kamdani mengatakan melemahnya sejumlah nilai tukar mata uang asing terhadap dolar AS saat ini menjadi suatu dampak jangka pendek yang telah dirasakan oleh Indonesia.

Kepemimpinan Trump dinilai sangat berisiko dan dapat membangun pemikiran anti globalisasi, sehingga membentuk gelombang proteksionisme di seluruh dunia yang menjadi 'efek domino' kepada Indonesia.

"Yang jelas Indonesia sebagai negara ekspor bagi Amerika juga besar. Kita kan melihat waktu itu potensinya masih banyak dengan Amerika, dengan adanya policy dari Trump yang lebih menutup, berarti kita tidak bisa memaksimalkan potensi yang diharapkan," tandasnya. (mkl/mkl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads