Perdagangan AS Diproteksi, Pengusaha: Bisa Babak Belur Kita

Perdagangan AS Diproteksi, Pengusaha: Bisa Babak Belur Kita

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Kamis, 17 Nov 2016 15:13 WIB
Perdagangan AS Diproteksi, Pengusaha: Bisa Babak Belur Kita
Foto: Dana Aditiasari-detikFinance
Jakarta - Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu negara tujuan ekspor terbesar Indonesia. Berbagai komoditas Indonesia diekspor ke negeri Paman Sam tersebut.

Pasca menangnya Donald Trump dalam pemilu AS, ekspor Indonesia ke AS diperkirakan mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena ada rencana Trump untuk memproteksi negaranya dari perdagangan bebas.

Menurut Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani, jika janji kampanye Trump akan direalisasikan, maka neraca perdagangan Indonesia bisa semakin memburuk. Ditambah lagi, China yang mengimpor bahan baku dari Indonesia juga akan kesulitan memasarkan produknya ke AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita akan lebih defisit lebih besar kalau Amerika Serikat lakukan proteksi, karena barang kita tidak masuk. Itu bisa babak belur kita," jelas Hariyadi di Hotel Four Seasons, Jakarta Selatan, Kamis (17/11/2016).

Di samping itu, perekonomian AS sendiri akan ikut berdampak mengalami pelemahan. Hal ini dikarenakan tidak mencukupinya produksi domestik AS untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Karena sehebat apapun suatu negara tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan domestiknya saja.

"Selain itu juga ekonomi Amerika Serikat bisa jadi lebih drop," tutur Hariyadi.

Pemerintah juga diminta untuk mulai melirik potensi pasar ekspor lain untuk meminimalisir risiko jika Trump benar-benar akan memproteksi negaranya dari perdagangan bebas. Pasar ekspor di negara-negara Asia Tenggara masih memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan.

"Nggak usah jauh-jauh, misalnya kaya di ASEAN saja lah," tutup Hariyadi. (mkl/mkl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads