Pembangunan LRT Jayapura-Bandara Sentani Butuh Dana Rp 25 Triliun

Wilpret Siagian - detikFinance
Jumat, 18 Nov 2016 15:12 WIB
Ilustrasi (Foto: Ari Saputra)
Jayapura - Pembangunan kereta cepat ringan atau Light Rail Transit (LRT) dari stadion Mandala KotaJayapura hingga bandara Sentani sepanjang 37 Km membutuhkan dana Rp 25 triliun.

Kebutuhan dana tersebut cukup besar mengingat pelepasan lahan di Papua yang cukup mahal, karena tanah-tanah di Papua dikuasai oleh hak ulayat masyarakat. Selain kondisi topografi yang akan dilalui pembangunan LRT itu cukup sulit yakni perbukitan dan pantai.

"Memang kita sudah mengantisipasi tidak banyak melalui tanah-tanah adat, sehingga 80% berada di median jalan dan hanya 20% berada di lereng gunung dan pantai," ujar Jhon Manronting, Kepala Bidang Pembangunan Trasportasi Badan Percepatan Pembangunan Papua disela-sela konsultasi public Amdal pembangunan LRT dari stadion Mandala Kota Jayapura - Bandara Sentani, Jayapura, Jumat (18/11/2016).

Menurut Jhon Manronting, Pemerintah Papua berharap ada dukungan dana APBN untuk pembangunan LRT tersebut.

"Memang APBD Provinsi Papua sudah mengalokasikan anggaran tahun 2017 hanya saja jumlahnya belum fix, namun diharapkan adanya dukungan dana APBN agar pembangunan LRT ini dapat selesai hingga pelaksanaan PON XX tahun 2020," ujarnya.

Pada jalur kereta LRT lintas stadion Mandala-Bandara Sentani diidentifikasikan membutuhkan 11 stasiun strategis untuk turun-naiknya penumpang yakni di depan Satdion Mandala, depan Kantor Gubernur Papua, depan Gedung Olahraga Cenderawasih, Terminal Mesran, Pasar Hamadi, Terminal Etrop, Pasar Youtefa, Tanah hitam (Abe Pantai), Waena Expo, Kampung Harapan dan Bandara Sentani.

(dna/dna)