Follow detikFinance
Minggu 20 Nov 2016, 14:28 WIB

Bangun 65 Bendungan Demi Ketahanan Pangan

Dana Aditiasari - detikFinance
Bangun 65 Bendungan Demi Ketahanan Pangan Foto: Fadhly F Rachman
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono nampak semringah saat menyambangi proyek pembangunan Bendungan Teritip di Desa Teritip, Balikpapan, Kalimantan Timur. Basuki puas karena perkembangan proyek infrastruktur ini telah mencapai 95%.

Bendungan Teritip adalah satu dari 65 proyek bendungan yang akan digarap Kementerian PUPR selama periode pemerintahan Kabinet Kerja 2014-2019. Proyek ini sebagai upaya mendukung pencapaian target ketahanan pangan.

Ketahanan pangan memang menjadi prioritas Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Ini jelas tercantum dalam program Nawa Cita, yaitu mewujudkan ketahanan pangan, pembangunan bendungan baru serta optimalisasi jaringan irigasi, menjadi program kunci.

Adapun 65 proyek bendungan yang dibangun terdiri dari 49 bendungan multifungsi baru dan 16 proyek bendungan lanjutan yang sempat mangkrak dari periode sebelumnya.

"Ada 49 bendungan yang akan dibangun lagi selama 5 tahun ini. Padahal sebelumnya masih ada 16 yang belum selesai lanjutan tahun 2014. Jadi semua total ada 65 bendungan," kata Basuki.

Menurut data Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR, dari total 65 bendungan lanjutan dan baru tersebut, hingga akhir 2019, akan diselesaikan sebanyak 29 unit bendungan secara bertahap. Namun, bukan berarti berhenti di 29 bendungan itu saja. Proses pembangunan bendungan lainnya tetap berjalan hingga mencapai total 65 unit.

"Bendungan yang belum selesai di 2019 bukan karena mangkrak. Tetapi memang pembangunannya butuh waktu. Kalau baru mulai dibangun di 2019, berarti 2-4 tahun berikutnya baru selesai. Semoga tetap jadi prioritas di periode berikutnya," tutur Direktur Jenderal SDA, Imam Santoso, kepada detikFinance, belum lama ini.

Imam, mengungkapkan, di 2015 sudah ada 5 bendungan yang rampung pekerjaannya dan telah beroperasi. Lima bendungan tersebut terdiri dari Bendungan Rajui, Bendungan Jatigede, Bendungan Bajulmati, Bendungan Nipah dan Bendungan Titab.

Dilanjutkan pada 2016 ini, 2 bendungan yang rampung pekerjaannya meliputi Bendungan Payaseunara yang telah mulai diisi air dan Bendungan Teritip yang saat ini telah mencapai 95%.

Empat bendungan lagi bakal rampung di 2017 meliputi Bendungan Raknamo, Bendungan Tanju, Bendungan Mila dan Bendungan Marangkayu. Selanjutnya, ada Bendungan Gondang, Bendungan Tugu, Bendungan Logung, Bendungan Rotiklod, Bendungan Muara Sei Gong, Bendungan Bintang Bano dan Bendungan Kuningan yang akan rampung 2018.

Serta 11 bendungan lagi akan selesai di 2019 meliputi Bendungan Passeloreng, Bendungan Tapin, Bendungan Ciawi, Bendungan Sukamahi, Bendungan Karalloe, Bendungan Sindang Heula, Bendungan Keureuto, Bendungan Bendo, Bendungan Gongseng, Bendungan Tukul dan Bendungan Pidekso.

Mandiri di Sektor Pangan

Penambahan bendungan dalam jumlah besar memang mendesak. Sebab, dari 7,2 juta hektar luas irigasi pertanian di Tanah Air, baru 797.000 hektar atau sekitar 11% yang memanfaatkan air tampungan waduk.

Sisanya, yakni 6,4 juta hektar, masih memanfaatkan air non-waduk sehingga selalu terancam kekeringan saat musim kemarau tiba. Dengan tambahan 29 bendungan yang akan rampung hingga 2019 nanti, diharapkan ketersediaan tampungan air bisa meningkat mencapai 14,42 miliar meter kubik.

Dengan ketersediaan tampungan air yang memadai, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan air irigasi yang akan berdampak besar bagi produksi pangan.

Selain membangun bendungan, program ketahanan pangan Ditjen SDA dilengkapi dengan pembangunan irigasi baru dan rehabilitasi jaringan irigasi yang telah ada. Pemerintah mengagendakan pembangunan 1 juta hektar jaringan baru dan rehabilitasi 3,3 juta hektar dalam 5 tahun.

Selain penanganan irigasi, Ditjen SDA memprogramkan pembangunan 42,25 km pengaman pantai, 215 km pengendali banjir, dan 144 buah pengendali sedimen/lahar. Proyek pembangunan sodetan pengendali banjir Jakarta dari Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur pun tahun ini menjadi sorotan banyak pihak.

Semua program tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas rakyat dan mewujudkan kemandirian ekonomi nasional khususnya di sektor pangan.

Total 29 Bendungan yang ditarget rampung hingga 2019 memang masih menjadi pertanyaan apakah bisa tercapai. Namun, ada satu peristiwa bersejarah dalam rentang waktu 2 tahun Jokowi-JK dan patut diapresiasi yakni dimulainya penggenangan Bendungan Jatigede, yang kehadirannya telah direncanakan sejak 1982.

Kehadiran bendungan tersebut diproyeksikan akan memberi manfaat untuk irigasi sawah seluas 90.000 hektar, air baku 3.500 liter/detik, PLTA 110 MW, dan pengendalian banjir 14.000 hektar. Pemerintah pun saat ini bersama PT PLN tengah membangun pembangkit listrik di bendungan tersebut untuk merealisasikan potensi 110 MW di sana.

Penggenangan Bendungan Jatigede di tahun pertama masa pemerintahan Jokowi-JK memberi optimisme tersendiri bagi upaya pemerintah dalam menjalankan roda pembangunan. (hns/drk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed