Sumbang PDB Hingga 60,34%, Kadin Ingin UMKM Jadi Unggulan Ekonomi RI

Sumbang PDB Hingga 60,34%, Kadin Ingin UMKM Jadi Unggulan Ekonomi RI

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Senin, 21 Nov 2016 11:37 WIB
Sumbang PDB Hingga 60,34%, Kadin Ingin UMKM Jadi Unggulan Ekonomi RI
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan yang sangat vital dan strategis dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, tidak hanya di negara-negara berkembang seperti Indonesia tetapi juga di negara-negara maju.

"Di Indonesia, UMKM selain berperan dalam pertumbuhan pembangunan dan ekonomi, juga memiliki kontribusi yang sangat penting dalam mengatasi masalah pengangguran, itu sudah terbukti," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang UMKM, Koperasi dan Ekonomi Kreatif Erik Hidayat di sela-sela gelaran Rapat Kerja Nasional Kadin di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Senin (21/11/2016).

Tumbuhnya usaha mikro, kata Erik, menjadi sumber kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan dengan banyak menyerap tenaga kerja. Dengan posisi demikian artinya UMKM punya peran strategis dalam memerangi kemiskinan dan pengangguran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, kekuatan sektor UMKM sudah terbukti tatkala Indonesia mengalami krisis keuangan pada tahun 1997-1998, hanya sektor UMKM yang masih tumbuh. Pasca krisis ekonomi jumlah UMKM tidak berkurang, justru meningkat terus, bahkan mampu menyerap 85 juta hingga 107 juta tenaga kerja sampai tahun 2012.

Berdasarkan catatan Kadin Indonesia, kontribusi sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terhadap produk domestik bruto meningkat dari 57,84% menjadi 60,34% dalam 5 tahun terakhir. Serapan tenaga kerja pada sektor ini juga meningkat dari 96,99% menjadi 97,22% pada periode yang sama.

Sementara itu, pada tahun 2014 mengacu pada data Kementerian Koperasi dan UKM RI, jumlah pelaku UMKM di Indonesia mencapai sekitar 57,9 juta. Diperkirakan pada tahun 2016 ini, jumlah pelaku UMKM terus bertambah. Pemerintah menargetkan kontribusi PDB Ekonomi Kreatif mencapai 7%-7,5% dan peningkatan devisa negara mencapai 6,5%-8% hingga tahun 2019.

"Kami optimistis, peningkatan kontribusi PDB dari sektor UMKM, meningkatnya devisa dari sektor ekonomi kreatif juga dapat menjadi motivasi untuk lebih mengembangkan sektor ini yang akan menjadi salah satu sektor unggulan Indonesia di masa depan," ungkap Erik.

Ia mengatakan, pengembangan UMKM sangat terkait dengan inovasi dan daya dukung Ekonomi Kreatif. Tanpa upaya untuk lebih meningkatkan kreativitas yang inovatif, peningkatan pertumbuhan UMKM akan terhambat dan kalah bersaing dengan produk UKM dari luar negeri. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads