Sri Mulyani Siap Perangi Pegawai yang Berani Korupsi di Kemenkeu

Sri Mulyani Siap Perangi Pegawai yang Berani Korupsi di Kemenkeu

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 22 Nov 2016 14:21 WIB
Sri Mulyani Siap Perangi Pegawai yang Berani Korupsi di Kemenkeu
Foto: Muhammad Iqbal
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sudah beberapa kali mengingatkan pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk tidak bermain-main dengan hal yang merusak integritas, seperti korupsi. Sri Mulyani siap memerangi tindakan terlarang tersebut.

Demikianlah disampaikan oleh Menkeu Sri Mulyani di Aula Dhanapala, Jakarta, Selasa (22/11/2016).

"Saya dalam hal ini sudah menyampaikan kepada jajaran Kemenkeu, baik di pajak, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Anggaran, Perimbangan Keuangan, Perbendaharaan, bahwa perang terhadap korupsi dan mereka yang memiliki keinginan untuk merusak institusi. Ini kan ketamakan yang tidak terbatas," paparnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemenkeu memiliki kewenangan untuk mengelola dana ribuan riliun rupiah yang merupakan amanat dari rakyat. Harusnya, kata Sri Mulyani para pegawai tersebut sudah mengetahui konsekuensinya atas berbagai pelanggaran.

"Keuangan negara adalah uang rakyat, dia harus dikelola oleh kita. Bukan dimanfaatkan untuk kepentingan diri sendiri. Jadi langkah ini langkah korektif yang sejalan dengan keinginan kita untuk memperbaiki kredibilitas Kemenkeu dan Ditjen Pajak. Ini langkah yang konsisten," terang Sri Mulyani.

Sri Mulyani meyakini bahwa sebenarnya tidak banyak pegawai yang memiliki perilaku di luar aturan. Akan tetapi, bila tidak musnahkan maka bisa mencederai institusi secara keseluruhan.

"Ditjen Pajak perlu reformasi, termasuk membersihkan dari unsur tidak baik. Dan saya yakin unsur tidak baik tidak banyak, tapi saya ingin meng-empower dan memperkuat kemampuan dari Ditjen Pajak sendiri dalam internal untuk memerangi mereka (pegawai pajak yang korupsi)," tandasnya. (mkl/dna)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads