"Ini yang penting, bahwa untuk menang dalam kompetisi maka harus kreatif dan inovatif dan enterpreneurship," ujar pria yang akrab disapa CT ini saat menjadi pembicara pada rapat koordinasi BLU yang dihadiri oleh perwakilan Kementerian Lembaga (KL) di aula Dhanapala, Kemenkeu, Jakarta, Selasa (22/11/2016).
Dalam era sebelumnya memang hanya cukup dengan produktivitas dan efisiensi. Akan tetapi ini tidak akan berlaku lagi sekarang. Kedua hal tersebut hanya akan membuat bertahan, bukan untuk maju lebih jauh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CT mencontohkan Uber, perusahaan multimedia yang mendunia karena mampu memfasilitasi antara orang yang membutuhkan transportasi dengan yang memiliki kendaraan. Uber juga selalu menciptakan produk-produk baru.
Tanpa inovasi itu, CT mengatakan, tak mungkin orang bisa membuat Uber ada. Kedua, dengan itu bisa mendunia, dan ketiga bisa menjadi value yang luar biasa.
Menciptakan hal tersebut, kata CT dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kuat. Baik untuk BLU yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perdagangan dan yang lainnya.
Dilema bagi pemerintah dalam kondisi sekarang adalah kebutuhan layanan publik yang semakin meningkat, sedangkan anggaran negara terbatas. Maka solusi yang yang seharusnya muncul adalah dari BLU itu sendiri.
"Karena tuntutan makin banyak , maka dibutuhkan BLU yang mampu bersifat enterpreneur. Jadi agak sedikit diputar otaknya," tandasnya.
Di samping itu BLU juga harus bisa membaca peluang, disiplin, detail, berorientasi hasil dengan tetap menjaga proses sesuai dengan aturan, berupaya untuk menyajikan kesempurnaan, serta visioner.
"Sebagai enterpreneur, BLU harus sisa membaca masa depan dan membeli dengan harga sekarang," pungkasnya. (mkl/hns)











































