Follow detikFinance
Rabu 23 Nov 2016, 21:53 WIB

Jawa Timur Rintis Hubungan Dagang dengan Polandia

Budi Sugiharto - detikFinance
Jawa Timur Rintis Hubungan Dagang dengan Polandia Foto: Istimewa
Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Timur merintis hubungan dagang dengan pemerintah Polandia. Penjajakan kerja sama ini diwakili Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) yang saat ini sedang melakukan kunjungan kerja ke Warsawa, ibukota negara setempat.

Dalam kunjungan selama sepekan di Polandia, Gus Ipul yang didampingi sejumlah pejabat Pemprov Jatim dan Konsul Kehormatan Polandia di Surabaya, Sudomo Margontoro, disambut jamuan makan malam oleh Dubes RI Peter F Gontha di KBRI Warsawa pada Selasa (22/11) waktu setempat.

Kebetulan juga sedang di Warsawa rombongan Komisi I DPR RI yang dipimpin Nurhayati Assegaf dan Titiek Soeharto. Hadir juga dalam makan malam itu Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar.

"Neraca perdagangan kita dengan sejumlah negara sekarang cenderung menurun. Dengan Singapura turun. Dengan Eropa stagnan. Karena itu, kita mulai merintis dengan negara-negara yang selama belum besar neraca perdagangannya," terang Gus Ipul dalam siaran pers yang diterima detikcom, Rabu (23/11/2016).

Peter Gontha yang juga dikenal sebagai pengusaha dan musisi jazz mengaku sangat gembira dengan kehadiran Gus Ipul dan delegasi dari DPR RI. Ia berharap pemerintah Jawa Timur memelopori hubungan dagang dan kerjasama dengan Polandia, terutama di bidang pertanian dan industri pangan.

"Biaya pendidikan di sini juga murah. Mengirim seorang mahasiswa ke AS, bisa untuk membiayai 6 mahasiswa kita di Polandia. Untuk bidang sain dan pertanian, di sini sudah sangat bagus. Jadi kirim mahasiswa kita ke sini untuk belajar sain dan pertanian," tutur Gontha.

Gus Ipul mengamini saran Dubes Gontha. Dia menegaskan, Polandia menjadi tujuan misi dagang karena negara ini telah lama menjadi basis industri dan produk pertanian untuk Uni Eropa.

Harga daging sapi, misalnya, setara dengan Rp 60 ribu per kilo gram. Sedangkan ayam mencapai Rp 15 ribu per kilo gram. Namun, selama ini, produk-produk Polandia belum bisa masuk langsung ke Indonesia.

"Rasanya bisa jadi alternatif untuk membuat kompetitif harga daging dan produk pertanian di Jawa Timur," katanya.

Kementerian pertanian RI saat ini sedang melakukan inspeksi terhadap sejumlah industri peternakan di negara eks Uni Soviet ini. Sebagai negara anggota Uni Eropa, Polandia mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi di kawasan ini. Berkisar antara 3 sampai 4 persen per tahun. (ugik/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed