Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai, anjloknya ekspor Indonesia tak lepas dari kurangnya upaya membuka pasar-pasar baru di negara potensial, lantaran terlalu nyaman menggarap pasar negara tujuan utama atau tradisional.
"Saya ingatkan ke semua menteri, meskipun permintaan perdagangan untuk ekspor baru menurun, tapi masih banyak negara yang bisa dijadikan tujuan utama bagi ekspor kita, yang berpuluh tahun tidak kita lirik. Terutama negara yang memiliki penduduk lebih dari 70-80 juta," kata Jokowi dalam acara Kompas 100 CEO Forum di JCC, Jakarta, Kamis (24/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu enggak pernah kita seriusi, masih banyak lagi. Karena kita selalu masuk ke pasar tradisional kita baik Eropa, AS, Tiongkok. Terus itu-itu saja. Padahal semakin banyak negara tujuan pasar yang bisa kita buka. Berarti kita tidak menempatkan telur dalam keranjang tertentu saja. Makin banyak negara kita garap, akan semakin aman ekonomi kita," kata Jokowi. (dna/dna)











































