Kepala Divisi Pelaksana Proyek Tol Mojokerto-Kertosono PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI), Samsul Chair, mengatakan molornya penuntasan ruas tol Mojokerto-Kertosono akibat belum rampungnya konstruksi di seksi 2 dan 4.
Seksi 2 sepanjang 19,9 km membentang dari Desa Kedung Losari, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang sampai Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Saat ini, proses konstruksi baru mencapai 65%. Salah satu mengganjalnya adalah alotnya proses pembebasan lahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Progres kurang maksimal, lanjut Samsul, terjadi di seksi 4. Bagian ini sepanjang 0,9 km antara Desa Gondang Manis dan Brodot di Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang. Nantinya, seksi 4 ini akan menjadi penghubung Tol Mojokerto-Kertosono dengan Tol Solo-Kertosono.
"Konstruksi di seksi 4 baru 20%. Namun, tanpa seksi 4 sebenarnya Tol Mojokerto-Kertosono sudah nyambung dan bisa dilalui dari tol Sumo di Karangandong (Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo) ke Mojokerto sampai Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang," ujarnya.
Kendati begitu, tambah Samsul, PT MHI selaku pemegang hak konsesi menargetkan seksi 2 dan 4 selesai Februari 2017. Dengan begitu, ruas tol sepanjang 40,5 km itu akan tersambung sepenuhnya. "Kami berharap Maret 2017 sudah bisa kami operasikan," tandasnya.
Ruas Tol Mojokerto-Kertosono menghubungkan Kecamatan Bandar Kedungmulyo di Kabupaten Jombang dengan Kecamatan Jetis di Kabupaten Mojokerto. Ruas tol bagian dari proyek tol Trans Jawa ini memiliki panjang 40,5 km yang terbagi dalam 4 seksi.
Seksi 1 sepanjang 14,7 km yang menghubungkan antara Bandar Kedungmulyo dengan Tembelang resmi beroperasi sejak Oktober 2014. Sementara pembangunan seksi 3 sepanjang 5 km dari Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg hingga Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto telah tuntas 100%. Bagian penyambung dengan Tol Sumo ini akan dioperasikan 1 Desember 2016. (hns/hns)











































