Jatim Rintis Hubungan dengan Polandia, Ini Hasilnya

Jatim Rintis Hubungan dengan Polandia, Ini Hasilnya

Budi Sugiharto - detikFinance
Jumat, 25 Nov 2016 22:40 WIB
Jatim Rintis Hubungan dengan Polandia, Ini Hasilnya
Foto: Istimewa
Surabaya - Misi hubungan dagang dan pendidikan Jawa Timur dengan Polandia yang dipimpin Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menuai hasil. Selain berhasil ditandatangani kesepakatan antar pemerintah provinsi, juga langsung terjadi komitmen bisnis antar pengusaha Jatim dan Polandia dalam pertemuan bisnis.

"Alhamdulillah, kita mendapat respons positif dari kunjungan pertama Pemprov Jatim ke Polandia ini. Apalagi banyak komoditas yang saling dibutuhkan antara kedua negara, khususnya dengan Jawa Timur," terang Gus Ipul melalui siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (25/11/2016)

Setelah sehari di Warsawa, Ibukota Polandia, Gus Ipul dan rombongan secara maraton mengadakan pertemuan juga dengan pemerintah Provinsi Pomerania, wilayah bagian utara Polandia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pertemuan di kantor pemerintah provinsi Pomerania itu, Gus Ipul yang didampingi sejumlah kepala dinas, pengusaha dan perwakilan Kadin Jatim mendapat penjelasan tentang potensi bisnis provinsi ini.

Malam harinya, delegasi dijamu makan malam Marshal (Gubernur) Mieczyslaw Struk. Di sela-sela jamuan makan malam, ditandatangani rencana kerja (working plan) antara Pemprov Jatim dan Pomerania

Di dalamnya disepakati kerja sama antara kedua provinsi untuk bidang maritim, perikanan, pertanian, pengolahan makanan, logistik, dan transportasi, industri dan perdagangan.

Juga disepakati rencana kerja sama di bidang pendidikan, riset, penelitian ilmiah, pariwisata, budaya, dan kesehatan. Dalam rencana kerja yang berlaku sampai 2018 itu, kedua pemprov bersepakat untuk meningkatkan kerjasama melalui berbagai kegiatan, termasuk perdagangan.

"Kami ingin ada peningkatan perdagangan antara Pomerania dan Jatim. Apalagi produk pertanian dan industrinya sudah sangat maju dan murah. Juga pendidikan kedokteran dan olah raga," tambah wakil gubernur yang juga Ketua PBNU ini.

Penandatangan Memorandum of Understanding (MOU) juga diteken antara Universitas Negeri Surabaya dan Rektor Gdanks University of Phisical Education and Sport Prof Waldemar Moska.

"Mereka langsung merencanakan Mei tahun depan ke Surabaya. Tidak hanya bekerjasama bikin seminar internasional, tapi juga coaching clinic olah raga senam yang jadi unggulan mereka," kata Wakil Rektor Unesa Dr Ketut Prasetyo Kusnendar MS yang ikut dalam rombongan.

Kerja sama bisnis antar pengusaha Jatim dengan Polandia juga terjalin. Dalam pertemuan yang berlangsung di Olivia Business Center, Gdanks, telah terjadi sejumlah kesepakatan bisnis.

Diantaranya permintaan impor kopi mentah dari perusahaan kopi di Polandia. Juga ada pengusaha yang berminat membangun cold storage di Jawa Timur.

Diantaranya, permintaan impor kopi mentah dari perusahaan kopi di Polandia. Juga ada pengusaha yang berminat membangun cold storage di Jawa Timur. Pertemuan bisnis itu diikuti sejumlah pengusaha dan perwakilan perusahaan besar di Provinsi Pomerania.

"Mereka selama ini impor bahan baku kopi dari Brazil. Dia ingin juga dari Indonesia. Saya tawarkan kopi robusta yang memang jadi andalan kita. Mereka minta segera dikirim contoh kopi dari Indonesia," kata Konsul Kehormatan Polandia di Surabaya yang juga bos Kapal Api Soedomo Mergonoto.

Tidak hanya itu. Maret tahun depan, delegasi pengusaha Polandia akan ke Jawa Timur untuk melakukan kunjungan balasan sekaligus menjajagi sejumlah investasi dan bisnis baru. (ugik/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads