"Alhamdulillah, kita mendapat respons positif dari kunjungan pertama Pemprov Jatim ke Polandia ini. Apalagi banyak komoditas yang saling dibutuhkan antara kedua negara, khususnya dengan Jawa Timur," terang Gus Ipul melalui siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (25/11/2016)
Setelah sehari di Warsawa, Ibukota Polandia, Gus Ipul dan rombongan secara maraton mengadakan pertemuan juga dengan pemerintah Provinsi Pomerania, wilayah bagian utara Polandia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Malam harinya, delegasi dijamu makan malam Marshal (Gubernur) Mieczyslaw Struk. Di sela-sela jamuan makan malam, ditandatangani rencana kerja (working plan) antara Pemprov Jatim dan Pomerania
Di dalamnya disepakati kerja sama antara kedua provinsi untuk bidang maritim, perikanan, pertanian, pengolahan makanan, logistik, dan transportasi, industri dan perdagangan.
Juga disepakati rencana kerja sama di bidang pendidikan, riset, penelitian ilmiah, pariwisata, budaya, dan kesehatan. Dalam rencana kerja yang berlaku sampai 2018 itu, kedua pemprov bersepakat untuk meningkatkan kerjasama melalui berbagai kegiatan, termasuk perdagangan.
"Kami ingin ada peningkatan perdagangan antara Pomerania dan Jatim. Apalagi produk pertanian dan industrinya sudah sangat maju dan murah. Juga pendidikan kedokteran dan olah raga," tambah wakil gubernur yang juga Ketua PBNU ini.
Penandatangan Memorandum of Understanding (MOU) juga diteken antara Universitas Negeri Surabaya dan Rektor Gdanks University of Phisical Education and Sport Prof Waldemar Moska.
"Mereka langsung merencanakan Mei tahun depan ke Surabaya. Tidak hanya bekerjasama bikin seminar internasional, tapi juga coaching clinic olah raga senam yang jadi unggulan mereka," kata Wakil Rektor Unesa Dr Ketut Prasetyo Kusnendar MS yang ikut dalam rombongan.
Kerja sama bisnis antar pengusaha Jatim dengan Polandia juga terjalin. Dalam pertemuan yang berlangsung di Olivia Business Center, Gdanks, telah terjadi sejumlah kesepakatan bisnis.
Diantaranya permintaan impor kopi mentah dari perusahaan kopi di Polandia. Juga ada pengusaha yang berminat membangun cold storage di Jawa Timur.
Diantaranya, permintaan impor kopi mentah dari perusahaan kopi di Polandia. Juga ada pengusaha yang berminat membangun cold storage di Jawa Timur. Pertemuan bisnis itu diikuti sejumlah pengusaha dan perwakilan perusahaan besar di Provinsi Pomerania.
"Mereka selama ini impor bahan baku kopi dari Brazil. Dia ingin juga dari Indonesia. Saya tawarkan kopi robusta yang memang jadi andalan kita. Mereka minta segera dikirim contoh kopi dari Indonesia," kata Konsul Kehormatan Polandia di Surabaya yang juga bos Kapal Api Soedomo Mergonoto.
Tidak hanya itu. Maret tahun depan, delegasi pengusaha Polandia akan ke Jawa Timur untuk melakukan kunjungan balasan sekaligus menjajagi sejumlah investasi dan bisnis baru. (ugik/hns)











































