Sri Mulyani: Pengentasan Kemiskinan Dimulai Sejak Bayi dalam Kandungan

Sri Mulyani: Pengentasan Kemiskinan Dimulai Sejak Bayi dalam Kandungan

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 28 Nov 2016 12:36 WIB
Sri Mulyani: Pengentasan Kemiskinan Dimulai Sejak Bayi dalam Kandungan
Foto: Ilustrator: Mindra Purnomo
Depok - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, pagi ini memberikan kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) dengan tema "Pengantar Ekonomi dan Perekonomian Indonesia". Pada sesi kedua, Sri Mulyani memberikan gambaran ekonomi Indonesia kepada para mahasiswa dan mahasiswi UI.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia menjelaskan soal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari mulai pengertiannya hingga kondisinya saat ini.

Sri Mulyani menjelaskan ekonomi harus seimbang dari sisi suplai dan permintaan. Keseimbangan ini yang dijaga pemerintah melalui aturan dan kebijakan. Salah satu hal yang sangat mempengaruhi keseimbangan ini adalah kemiskinan dan kesenjangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tujuan dari keseimbangan ini adalah mencapai masyarakat yang adil dan makmur. Pemerintah membuat kebijakan perekonomian supaya makin lama mendekati tujuan itu," kata Sri Mulyani kepada para mahasiswa dan mahasiswi yang hadir di UI, Depok, Senin (28/11/2016).

Sri Mulyani mengatakan, kemiskinan menjadi faktor yang sangat mempengaruhi ekonomi sebuah negara. Jika terlalu banyak orang miskin maka akan memberi implikasi tidak baik terhadap ekonomi.

"Daya beli tidak ada, kompetisi tidak terjadi. Ekonomi makin lama makin turun. Kalau ekonomi makin bagus masyarakat makin makmur. Kalau SDM dan infrastruktur baik maka ekonomi kompetitif," katanya.

Menurutnya, Indonesia sendiri dalam beberapa tahun ini berhasil mengurangi tingkat kemiskinan. Turunnya angka kemiskinan ini berkaitan era dengan kemampuan ekonomi Indonesia.

"Meskipun tidak selalu kalau ekonomi tumbuh maka kemiskinan turun. Maka dari itu kita harus memastikan bagaimana pertumbuhan ekonomi yang baik bisa mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan," ujarnya.

Ia mengatakan, pengentasan kemiskinan ini tidak langsung berhubungan dengan pemberian bantuan uang tunai lalu rakyat tidak miskin lagi, tetap harus dilihat secara jangka panjang.

"Kiat harus perhatikan dari akses investasi dan infrastruktur, hingga air bersih. Dari rahim hingga lahir bayi itu supaya sehat itu sudah harus diperhatikan. Bagaimana akses si ibu ke kesehatan, bagaimana nutrisinya si bayi itu sangat menentukan," ujarnya.

Mengelola ekonomi itu, kata Sri Mulyani, tidak melulu memikirkan aktivitas di perkotaan besar, tapi juga lebih kepada isu-isu yang berkembang di masyarakat.

"Dua tahun terakhir ekonomi Indonesia sudah mulai membaik, kesenjangan menurun. Ada hubungan berbagai instrumen pajak dan belanja APBN," katanya.

(ang/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads