Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia menjelaskan soal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari mulai pengertiannya hingga kondisinya saat ini.
Sri Mulyani menjelaskan ekonomi harus seimbang dari sisi suplai dan permintaan. Keseimbangan ini yang dijaga pemerintah melalui aturan dan kebijakan. Salah satu hal yang sangat mempengaruhi keseimbangan ini adalah kemiskinan dan kesenjangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sri Mulyani mengatakan, kemiskinan menjadi faktor yang sangat mempengaruhi ekonomi sebuah negara. Jika terlalu banyak orang miskin maka akan memberi implikasi tidak baik terhadap ekonomi.
"Daya beli tidak ada, kompetisi tidak terjadi. Ekonomi makin lama makin turun. Kalau ekonomi makin bagus masyarakat makin makmur. Kalau SDM dan infrastruktur baik maka ekonomi kompetitif," katanya.
Menurutnya, Indonesia sendiri dalam beberapa tahun ini berhasil mengurangi tingkat kemiskinan. Turunnya angka kemiskinan ini berkaitan era dengan kemampuan ekonomi Indonesia.
"Meskipun tidak selalu kalau ekonomi tumbuh maka kemiskinan turun. Maka dari itu kita harus memastikan bagaimana pertumbuhan ekonomi yang baik bisa mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan," ujarnya.
Ia mengatakan, pengentasan kemiskinan ini tidak langsung berhubungan dengan pemberian bantuan uang tunai lalu rakyat tidak miskin lagi, tetap harus dilihat secara jangka panjang.
"Kiat harus perhatikan dari akses investasi dan infrastruktur, hingga air bersih. Dari rahim hingga lahir bayi itu supaya sehat itu sudah harus diperhatikan. Bagaimana akses si ibu ke kesehatan, bagaimana nutrisinya si bayi itu sangat menentukan," ujarnya.
Mengelola ekonomi itu, kata Sri Mulyani, tidak melulu memikirkan aktivitas di perkotaan besar, tapi juga lebih kepada isu-isu yang berkembang di masyarakat.
"Dua tahun terakhir ekonomi Indonesia sudah mulai membaik, kesenjangan menurun. Ada hubungan berbagai instrumen pajak dan belanja APBN," katanya.
(ang/hns)











































