Meski BBM Naik, ADB Perkirakan Inflasi Indonesia 5,9%

Meski BBM Naik, ADB Perkirakan Inflasi Indonesia 5,9%

- detikFinance
Rabu, 06 Apr 2005 12:38 WIB
Jakarta - Meskipun ada kenaikan harga minyak yang mengakibatkan penyesuaian harga BBM, ADB memperkirakan inflasi Indonesia tahun 2005 masih terkendali di 5,9 persen. Angka ini lebih rendah dari asumsi APBN-P yang dibuat pemerintah sebesar 7 persen.Hal tersebut dikatakan Ekonom Bank Pembangunan Asia (ADB) Amanah Abdulkadir kepada wartawan saat jumpa pers di kantor ADB, Gedung BRI Tower II, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (6/4/2005)."Kenaikan harga minyak di tahun 2005 jauh lebih kecil dari kenaikan harga minyak di tahun 2004 sehingga pengaruhnya terhadap perubahan harga juga lebih kecil," kata Amanah.Faktor kedua yang menekan inflasi adalah adanya apresiasi mata uang pada tahun 2005 di sejumlah negara. "Kalau mata uang mereka terapresiasi maka daya beli lebih tinggi. Itu artinya biaya produksi lebih rendah sehingga harga barang dan jasa yang dijual di pasar regional lebih rendah, ujarnya.Pertumbuhan investasi di bidang infrastruktur juga akan menekan laju inflasi. Dengan adanya investasi di infrastruktur maka transportasi akan lebih mudah maka masalah dalam pendistribusian barang berkurang sehingga harga sampai ke masyarakat akan lebih rendah juga."Iklim investasi yang membaik seperti di Singapura dan Malaysia akan menurunkan biaya dalam menjalankan bisnis. Disisi lain Indonesia dan Thailand akan meningkatkan investasi dalam bidang infrastruktur mereka," jelasnya.Kenaikan harga barang dan jasa pada Maret 2005 ini, kata Amanah, lebih disebabkan karena adanya kepanikan akibat kenaikan harga BBM. Nantinya akan ada penyesuaian yang membuat keseimbangan baru. (san/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads