Follow detikFinance
Kamis 01 Dec 2016, 10:24 WIB

Cerita Bos Grab Kembangkan Bisnis Transportasi Terbesar di Asia Tenggara

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Cerita Bos Grab Kembangkan Bisnis Transportasi Terbesar di Asia Tenggara Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Inovasi di bidang teknologi belakangan ini kian beragam. Bahkan teknologi juga bisa diterapkan ke dalam bisnis transportasi.

Hanya dengan satu sentuhan, penumpang bisa bergerak lebih cepat mendapatkan angkutan untuk menuju ke tujuan.

Grup CEO Grab, Anthony Tan, berbagi kisahnya bagaimana awal perjalanannya mengembangkan startup di bidang transportasi. Grab yang kini sudah tersebar di lebih dari 30 kota di 6 negara Asia Tenggara menawarkan pilihan transportasi cepat nan terjangkau, mulai dari taksi hingga angkutan menggunakan sepeda motor.

Keinginannya untuk menunjukan bahwa Asia Tenggara tidak kalah maju dibandingkan Amerika Serikat (AS) dan negara barat lainnya berbuah manis lewat startup transportasi yang sudah digunakan oleh jutaan orang.

"Saya harus menunjukan kepada dunia bahwa Asia Tenggara bisa bangun sendiri bisnis raksasa ini," kata Anthony dalam acara Forbes Global CEO Conference 2016 di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Kamis (1/12/2016).

Pria yang mendapatkan gelar Master of Business Administration (MBA) dari Harvard Business School juga bercerita tentang inovasi yang dilakukan dalam Grab. Interaksi anta penumpang dan pengemudi kini bisa diakses lewat pesan singkat di dalam aplikasi Grab.

Inovasi ini dilakukan, kata Anthony, untuk mempermudah komunikasi antara penumpang dan pengemudi untuk bertemu di satu titik tertentu. Selain itu, budaya orang di Asia Tenggara yang suka berkirim pesan lewat aplikasi chatting juga jadi alasan.

"Ada sistem chat karena orang Asia Tenggara suka chatting," kata Anthony.

Pangsa pasar Grab di Indonesia sebagian besar didominasi oleh sepeda motor. Hal ini dikarenakan banyaknya titik kemacetan di kota-kota besar di Indonesia.

"Di Indonesia sepeda motor ambil pasar begitu besar. Kalau di Indonesia itu macet 3 jam bisa jadi 30 menit tinggal kita bisa kelola risikonya saja," tutup Anthony. (ang/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed