"Andil inflasi terbesar November dari bahan makanan. Baik cabai rawit merah yang membuat pedas-pedas sedap. Ada juga minuman dan rokok," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo di kantor pusat BPS, Jakarta, Kamis (1/12/2016).
BPS, kata Sasmito, juga mencatat kenaikan harga pada rokok, perumahan, air, listrik gas dan bahan bakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun inflasi tertinggi terjadi di Manado, sebesar 2,86% yang disumbang kenaikan harga pada komoditas pangan.
"Inflasi tertinggi di Manado 2,86%. Tinggi banget nih. Penyebabnya ada tomat, sayur, dan ada cabai. Kenapa Manado? Ini gara-gara dabu-dabu (sambal dabu-dabu), ini harus ada tomat, cabai, bawang harganya. Harus banyak, kalau orang Manado nggak ada dabu-dabu seperti nasi tanpa garam," tandas dia. (dna/hns)











































