Kejar Pertumbuhan 5,1% di 2017, Ini Strategi yang Harus Dijalankan RI

Kejar Pertumbuhan 5,1% di 2017, Ini Strategi yang Harus Dijalankan RI

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Kamis, 01 Des 2016 14:49 WIB
Kejar Pertumbuhan 5,1% di 2017, Ini Strategi yang Harus Dijalankan RI
Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi 5,1% di 2017. Target ini baik mengingat kondisi perekonomian dunia masih belum mengalami pemulihan, namun Indonesia membutuhkan dorongan kuat dari konsumsi dan belanja pemerintah untuk mencapai hal tersebut.

Demikian yang disampaikan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dalam paparannya di acara Indonesian Economy and ICT Outlook 2017 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (1/12/2016).

Dari sisi permintaan ekspor dan impor, Indonesia mengalami pertumbuhan negatif selama dua tahun terakhir. Sedangkan dari sisi investasi, rendahnya harga komoditas membuat perusahaan-perusahaan yang terkena dampak, menahan investasinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Makanya dari sisi engine of growth Indonesia, kita agak tertekan dari sisi ekspor impor dan investasi yang relatif tidak meningkat cukup tinggi. Sehingga pertumbuhan menjadi tergantung pada konsumsi dan pemerintah," ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan, hal ini kemudian menyebabkan tekanan kepada APBN yang akan mendorong terjadinya pertumbuhan konsumsi tadi.

"Konsumsi relatif bisa meningkat secara sehat karena inflasi relatif terjaga, meski terkena turbulensi sedikit dari kemungkinan kenaikan suku bunga AS yang akan pasti terjadi tahun depan," ungkap Sri Mulyani.

Oleh karena itu, untuk mencapai target 5,1%, Indonesia harus memastikan sektor konsumsi rumah tangga dan pengeluaran pemerintah bisa berperan besar untuk mendorong kinerja perekonomian.

"Kita harus make sure, bahwa seluruh engine of growth dari sisi demand lebih merata," tutur Sri Mulyani.

"Ini penting, karena defisit kita pada level 2,5-2,7% sudah maksimal space-nya untuk ekspansi. Dan kalau kita tidak ingin growth menurun, kesempatan kerja meningkat, dan kemiskinan menurun, maka we have to make sure, bahwa private sector role juga menjadi penting," kata Sri Mulyani. (hns/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads