"Bensin juga naik itu bobotnya di atas 3,29%, andilnya di inflasi 0,01%, naiknya tipis harganya 0,18% naiknya tipis," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo di kantor pusat BPS, Jakarta, Kamis (1/12/2016).
Sasmito menyebut kenaikan ini karena Pertamina menaikkan harga Pertamax dan Pertamax plus berkisar Rp 50 - Rp 250. Kenaikan tersebut bervariasi di 39 kota Indeks Harga Konsumen (IHK).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, kenaikan sekitar 3% itu tidak berpengaruh signifikan terhadap biaya distribusi. Menurutnya, jika harga BBM naik sekitar Rp 500- Rp 1.000 baru akan berpengaruh besar.
"Ya angkutan pasti naik, tapi kalau naiknya tipis nggak mempengaruhi secara langsung, kalau 1-2% itu nggak ada masalah. Naiknya dari Rp 50 - Rp 250 per liter untuk Pertamax dan bervariasi di daerah, mungkin yang merasa itu naik motor, kalau mobil itu 10 liter itu nggak kerasa kalau naiknya Rp 500 atau Rp 1000 itu kerasa," ujarnya.
Beberapa faktor lain penyumbang inflasi adalah harga beras yang naik karena mengalami kenaikan lebih dari 3%.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada November 2016 antara lain cabai, bawang merah, cabai rawit, tarif pulsa ponsel, beras, bayam, kacang panjang, cabai hijau, tomat, bawang putih, buah, nasi dengan lauk, rokok kretek, rokok kretek filter, tarif kontrak rumah, tarif sewa rumah, upah pembantu rumah tangga. (dna/dna)











































