"Information and technology is among the few, sektor ekonomi yang masih tumbuh double digit, selain sektor keuangan. Indonesia potensi nya untuk di bidang ini luar biasa," kata dia saat memberikan paparan dalam acara Indonesian Economy and ICT Outlook 2017 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (1/12/2016).
Dari sisi pertumbuhan ekonomi, potensinya masih sangat tinggi. Kalau kita lihat dari sisi pertumbuhannya pada belanja digital atau e-commerce, potensinya masih sangat besar karena rata-rata hanya tumbuh 1,4%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini akan mengubah sama sekali the way mereka melakukan transaksi. Saya lihat itu adalah suatu tren. Sehingga bagaimana infrastruktur bisa memfasilitasi keinginan ini agar bisa berjalan seiring kemajuan teknologi dan animo masyarakat melakukan transaksi," lanjut dia.
Mantan Direktur Bank Dunia ini juga berharap, para pegiat industri digital di Indonesia tidak hanya berpikir soal investasi, namun juga menciptakan ide-ide baru. Misalnya, menciptakan teknologi yang mempermudah masyarakat mengakses informasi tentang APBN, sekaligus mengawasinya.
"Apa itu APBN? What is it mean for the country and the people? Bagaimana pemerintah harus mengalokasikan dari 2000 T belanja per tahunnya untuk pendidikan? Why those money is going to be spent? Apakah dipakai benar?," tutur Sri Mulyani.
"Kalau saya sekarang mengupload di website saya, bahwa tahun depan ada Rp 2.000 T di-spend pemerintah for this kind of activity, i do hope much, masyarakat telekomunikasi bisa membantu saya menciptakan suatu platform mengawasi APBN," tambah Sri Mulyani. (hns/hns)











































