"Jumlah kunjungan wisata mancanegara ke Indonesia Oktober 2016 mencapai 1,04 juta kunjungan, naik 18,55% dibanding kunjungan Oktober 2015," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo di kantor pusat BPS, Jakarta, Kamis (1/12/2016).
Dari 1,04 juta kunjungan wisata mancanegara yang datang ke Indonesia selama Oktober 2016, diantaranya dilakukan oleh turis asal China sebesar 12,43%, Malaysia 12,06%, Singapura 11,42%, Australia 11,03%, dan Jepang 4,13%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut hal itu karena ada aturan bebas visa yang diberikan kepada 119 negara. Serta ada beberapa daerah yang melakukan acara yang menarik perhatian turis, dan adanya penerbangan langsung dari Tiongkok menuju daerah-daerah seperti Manado.
"Hal ini karena ada faktor bebas visa yang diberikan ke 119 negara, dan ada penerbangan dari Beijing dan kota-kota lainnya langsung ke Manado sehingga itu bisa masuk ke Manado. Selama Oktober banyak sekali event-event itu seperti Jakarta Fashion Week, atraksi-atraksi yang mendorong turis masuk," imbuhnya.
Beberapa investasi asal Tiongkok masuk ke Indonesia juga membuat pekerja asal Tiongkok didatangkan yang diduga menjadi penyebab maraknya turis China datang ke Indonesia. Akan tetapi, dia tidak mau berspekulasi lebih lanjut, Sasmito memberi saran untuk melihat perkembangan jika dalam waktu beberapa bulan ke depan akan berlanjut atau tidak penambahan atau tiba-tiba jumlahnya menurun maka kemungkinan ada faktor tenaga kerja asal China yang datang ke Indonesia.
"Kita belum identifikasi sampai detil apakah itu sebagai dampak aktivitas investasi yang banyak. Hampir semua negara membawa pekerjanya, apakah yang expert atau kasar. Mudah-mudahan yang expert dan sifatnya temporary. Kita harus liat beberapa bulan ke depan, berlanjut atau tidak. Kalau tiba-tiba turun mungkin faktor tenaga kerja," kata Sasmito.
"Itu bisa kita lihat berapa izin dari Kemenaker. Kalau terjadi lonjakan mungkin iya," imbuhnya.
Sementara itu, selama Oktober jumlah kunjungan turis yang masuk ke Indonesia melalui 19 pintu masuk utama mencapai 913,6 ribu kunjungan atau naik 15,62% dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama.
Beberapa kenaikan tertinggi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat di Bandara Sultan Syarif Kasim II di Riau mencapai 609,74%, diikuti Bandara Sam Ratulangi di Sulawesi Utara 192,29%, dan Bandara Hasanuddin di Sulawesi Selatan sebanyak 169,82%.
Pada Oktober, turis yang berkunjung melalui Pos Lintas Batas (PLB) mencapai 33,6 ribu atau naik sebesar 44,65% jika dibandingkan periode yang sama 2015. Demikian pula turis yang berkunjung melalui pintu lainnya mengalami kenaikan sebesar 88,44% dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya dan mengalami kenaikan sebesar 74,66% jika dibandingkan September 2016. (dna/dna)










































