Menkop dan UKM Tandatangani MoU Kredit Usaha Mikro

Menkop dan UKM Tandatangani MoU Kredit Usaha Mikro

- detikFinance
Rabu, 06 Apr 2005 23:56 WIB
Jakarta - Menneg Koperasi dan UKM, Suryadharma Ali, dan lembaga keuangan menandatangani MoU dengan sasaran kredit usaha mikro dan kecil dalam acara bertajuk Temu Karya Perluasan Sumber Pembiayaan UMKMK di Gedung Smescu, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (6/4/2005). Isi MoU tersebut, pertama, tersedianya pinjaman dana dari pemerintah yang bersumber dari SUP-005 bagi KUMK melalui koperasi simpan pinjam atau unit simpan pinjam koperasi yang disalurkan oleh lembaga keuangan, antara lain PT BNI, dengan alokasi dana sebesar Rp 350 miliar dan sudah disalurkan sebesar Rp 102.100.000.000,00 ; PT PNM dengan alokasi dana sebesar Rp 250 miliar dan sudah disalurkan sebesar Rp 267.113.000.000,00 ; serta Perum Penggadaian dengan alokasi dana sebesar Rp 200 miliar dan sudah disalurkan sebesar Rp 233.383.692.000,00.Kedua, tersedianya skim kredit bagi usaha mikro dan kecil produktif untuk pembiayaan modal kerja dan investasi di semua sektor ekonomi seluruh daerah.Ketiga, meningkatnya kapasitas usaha mikro dan kecil sektor riil di seluruh daerah sehingga meningkatkan peran usaha mikro dan kecil dalam perekonomian nasional, terutama dalam penyerapan tenaga kerja dan penumbuhan PDB.Untuk linkage program kesepakatan antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan Bank Internasional Indonesia, PT Askrindo, Bank Syariah Mandiri, dan Bank Muamalat Indonesia, dimaksudkan untuk membuka akses pembiayaan UMKMK dengan perbankan melalui koperasi simpan pinjam atau unit simpan pinjam koperasi baik dengan pola konvensional maupun syariah.Kementerian Koperasi dan UKM juga memfasilitasi kemitraan dengan membuat pilot proyek jaringan warung gizi di NAD dan Nias bagi 100 unit usaha mikro dan kecil yang dilakukan antara PT UKM Sejahtera dengan Bank Syariah Mandiri. "Selain itu juga dilakukan program kemitraan antara PT Usaha Kita Makmur dengan PT Jababeka dalam bidang pengembangan kawasan industri Jababeka bagi UKM, yang dimaksudkan mengembangkan infrastruktur bagi 50 usaha menengah dan 200 usaha mikro," tambah Suryadharma.Kementerian Koperasi dan UKM juga bekerja sama dengan PT Bank Ekspor Indonesia (BEI) untuk menyalurkan kredit ekspor kepada UKM dengan fasilitas Small and Medium Enterprises Export Development Project (SMEEJP)-ADB Program dengan total pagu sebesar $US 85 juta. Status BEI merupakan bank administrasi yang dananya disalurkan melalui Bank Mandiri, Bank Bukopin, Bank Niaga dan Bank Danamon. Dalam kesempatan yang sama, Suryadharma juga mengungkapkan, Menteri Negara Koperasi dan UKM dan Menteri Negara BUMN hari Rabu (6/4/2005) telah menandatangani surat keputusan bersama tentang optimalisasi pengelolaan dana program kemitraan BUMN dengan usaha mikro, kecil dan koperasi. Hal ini bertujuan memecahkan masalah sumber pembiayaan usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi (UMKMK). (ast/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads