Pria yang karib disapa Emil itu berharap pengembangan bandara harus dimaksimalkan dalam kondisi lahan yang terbatas.
"Mau (landasan) dipanjangin kan susah, memang harus disesuaikan visinya. Saya titip, kalau bisa senyaman mungkin dan zero complaints," ujar Emil kepada wartawan usai menjadi Pembicara di Diskusi Usaha Meningkatkan Turis Mancanegara ke Jabar yang Melewati Bandara Husein Sastranegara, Senin (5/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Complaints yang masuk ke saya, banyak yang turun dari pesawat itu suka repot," kata Emil.
Untuk itu Emil menyarankan agar pihak bandara menyiapkan kendaraan kecil untuk mengantar dan menjemput penumpang yang turun dari pesawat.
"Seharusnya, Angkasa Pura harus punya mobil kecil bagi mereka yang tidak mungkin berjalan, terutama Lansia, mohon dipikirkan. Karena banyak orang tua yang harus jalan," ungkapnya.
Selain itu, lanjut Emil, fasilitas lain seperti tempat parkir penumpang harus ditingkatkan. Karena jumlah penumpangnya juga terus bertambah.
"Akses masuk dan keluar masih jadi kendala. Parkir jadi kendala, lahan parkir agar dibangun bertingkat," kata pria berkacamata tersebut.
Emil juga menyorot soal taksi yang kerap diprotes warga. Menurut Emil, pihaknya tidak bisa mengintervensi perihal taksi di bandara, namun masyarakat kerap melayangkan protes kepada Pemkot Bandung.
"Itu bukan wilayah Pemkot Bandung, tapi sering complaints-nya ke kami," tandasnya. (avn/ang)











































