"Sektor yang prospektif masih sektor jasa, ICT, asuransi keuangan, bussiness services, health and education," kata Pengamat Ekonomi Faisal Basri, di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (5/12/2016).
Menurutnya, meski sektor teknologi informasi (ICT) memiliki kontribusi yang kecil terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi pertumbuhannya cukup berprospek baik. Faisal menyebut, peran sektor ICT terhadap PDB sekitar 3,4%, tetapi share dan pertumbuhannya mencapai double digit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu karena setiap sektor membutuhkan jasa internet dan teknologi. Oleh karenanya, ICT dinilai akan terus bertumbuh di era ekonomi digital.
"Semua sektor butuh ICT, baik keuangan apalagi ada Fintech, lalu UKM, e-commerce, itu semua sektor ICT, dan startup juga sedang berkembang, transportasi juga butuh dan tanpa ICT ini ekonomi akan mandek. Syarat perlu ekonomi tumbuh adalah digitalisasi ini," kata Faisal.
Menurutnya, pemerintah harus lebih seksama meningkatkan sektor ICT. Hal itu karena Indonesia masih berada dalam indeks 115 dari 187 negara.
"Indeks transformasi ekonomi digital kita masih jelek. Meski peranan kecil, namun multiplier nya besar sekali, produktivitas juga kata kunci," imbuhnya.
Selain itu, ada pula sektor makanan minuman, farmasi, industri alat transportasi, dan industri basic metal yang dinilai cukup prospektif. Sedangkan industri yang miliki tantangan adalah manufaktur karena kesulitan mendapatkan lahan untuk pembuatan pabrik.
"Selain itu beberapa sektor yang memiliki tantangan adalah industri manufaktur karena terdapat persoalan mendapatkan lahan untuk membuat pabrik," kata Faisal.
"Selebihnya agak repot ada sektor pertanian dan pertambangan. Mungkin ada yang in between akan naik dibandingkan tahun lalu seperti konstruksi," imbuhnya. (drk/drk)











































