Darmin: Penggilingan Padi di RI Kecil-kecil dan Tidak Efisien

Darmin: Penggilingan Padi di RI Kecil-kecil dan Tidak Efisien

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 05 Des 2016 20:07 WIB
Darmin: Penggilingan Padi di RI Kecil-kecil dan Tidak Efisien
Foto: Maikel Jefriando
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pereknomian, Darmin Nasution, mengungkapkan selama ini program pemerintah dalam hal produksi beras lebih banyak diarahkan pada kegiatan bercocoktanamnya saja. Namun sering tidak memperhatikan pasca panennya.

Penggilingan padi salah satu contohnya. Menurut Darmin, skala penggilingan padi di Indonesia yang kecil juga ikut berkontribusi pada kualitas yang akhirnya berdampak pada harga beras.

"Ada persoalan di penggilingan. Kita tahu penggilingan (gabah) di kita banyak, tapi kecil-kecil. Anda tanya pada anak sekolahan, pasti jawabnya penggilingan kita nggak efisien," ujar Darmin di Pendopo Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (5/12/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Skala penggilingan di Indonesia yang rata-rata kecil ini membuat kualitas beras kurang optimal. Hasil beras gilingan yang kurang berkualitas ini ikut menggerus pendapatan petani padi.

"Kalau ada beras ada Rp 8.000 sekilo, itu pasti dijemurnya nggak benar. Kalau dijemur dengan benar, keluar hasilnya bagus, pecahannya pasti sedikit. Dia punya pengering di lantai di samping penggilingan, tapi kecil. Kita tahu di pasca panen ini banyak hilangkan pendapatan petani," ujar Darmin.

Menurutnya, hal-hal seperti inilah yang seharusnya mulai jadi fokus Kementerian Pertanian dalam peningkatan produksi dan kualitas beras nasional.

"Bagaimana penggilingan kecil-kecil ini bisa dibantu agar efisien. Didukung dengan pengering. Selama ini kan mereka kecil, tapi bisa survive, karena dia tahan banting. Supaya efisien bantu dengan pengering dan jaringan (pemasaran)," pungkas Darmin. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads