Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 07 Des 2016 18:13 WIB

Tantangan Berbisnis di Dunia Digital: Harus Cepat Adaptasi

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Ardan Adhi Chandra Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Berkembangnya teknologi digital yang sedemikian cepatnya menjadi peluang bisnis yang dimanfaatkan oleh banyak pihak saat ini untuk menumbuhkan bisnis-bisnis baru.

Namun demikian, perkembangan teknologi yang sangat cepat dari hari ke hari membuat cara pengguna menyikapi perubahan tersebut pun juga harus sangat cepat. Hal ini disebabkan, permasalahan di dunia digital yang tidak selalu sama jika tidak diselesaikan dengan cepat.

"Digital itu kan cepat banget. Masalah yang sekarang ada, belum tentu ada lagi di masa depan. Kalau tidak diantisipasi sekarang, itu sudah usang," ujar Marketing Director Grab Indonesia, Mediko Azwar dalam acara Talkshow Inovasi Digital untuk Kemudahan di Locanda Restaurant, Jakarta, Rabu (7/12/2016).

Dunia digital yang semakin cepat perubahannya menuntut pelaku usaha di industri digital ini juga cepat mencari solusi atas masalah yang terjadi pada saat itu.

"Jadi kita juga harus cepat mengatasi masalah itu dan harus bisa kita tangani cepat. Karena dunia digital sangat cepat, kita tidak bisa menunggu kalau di digital industry," tambahnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Product and Value Proposition Head Jenius, Irwan Tisnabudi. Dalam berbisnis di dunia digital, inovasi tidak dapat dilakukan dengan menunggu, namun harus dieksekusi dengan cepat.

Secara khusus dalam dunia digital perbankan, pemanfaatan teknologi digital juga harus mengikuti aturan dari regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia.

"Jadi bagaimana kita dengan regulator yang menjaga dan melihat kita setiap saat. Bagaimana kita mengawinkan kecepatan untuk beradaptasi dengan market, tapi di lain sisi kita harus inline dengan OJK dan BI, peraturan yang lebih legit di saat perkembangan digital era ini," tutur Irwan.

Selain itu meliterasi masyarakat yang sudah lama terbiasa dengan model bank konvensional juga bukan merupakan perkara gampang.

"Cari orang yang bisa adaptasi dengan metodologi seperti ini, dengan teknologi yang cepat, itu susah sekali," pungkasnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com