IMF: Suku Bunga dan Harga Minyak Ancaman Ekonomi Global

IMF: Suku Bunga dan Harga Minyak Ancaman Ekonomi Global

- detikFinance
Kamis, 07 Apr 2005 14:40 WIB
Jakarta - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Rodrigo Rato mengingatkan memburuknya kondisi keuangan AS dan tingginya suku bunga serta harga minyak akan menjadi ancaman serius bagi perekonomian global."Tetapi untuk menyeimbangkan kondisi ekonomi dunia tidak boleh hanya mengandalkan AS saja," kata Rodrigo Rato di Universita Georgetown pada suatu pidato menjelang pertemuan musim semi antara IMF dan Bank Dunia pertengahan April mendatang.Menurut Rato seperti dikutip dari AFP, Kamis (7/4/2005), negara-negara Eropa dan Jepang juga perlu melakukan langkah-langkah yang lebih besar lagi agar pertumbuhan ekonomi tidak tergantung secara tidak wajar pada Amerika Serikat dan Cina. Meski demikian Rato melihat bahwa dampak dari tingginya harga minyak terhadap pertumbuhan ekonomi global dan inflasi sudah mulai dapat dikendalikan."Akan tetapi jika ada kenaikan harga lagi maka akan memiliki dampak yang cukup serius. Ke depan meski penawaran dan permintaan akan mengalami keseimbangan akan tetapi dengan kapasitas yang terbatas maka pasar minyak akan terus mengalami kejutan," ungkapnya. Negara-negara penghasil dan konsumen minyak perlu bekerja sama untuk menjamin stabilitas pasar minyak, termasuk melalui peningkatan penghematan energi, mengurangi hambatan terhadap investasi dan memperbaiki transparansi data.Dalam kesempatan itu Rato juga mengungkapkan bahwa langkah yang ditempuh oleh The Fed sudah tepat dalam upayanya untuk menyikapi tentang adanya tekanan inflasi. Namum Rato juga mengharapkan agar presiden AS George W Bush secara sungguh-sungguh mengurangi defisit neraca pembayaran maupun defisit anggarannya.Rato juga berharap agar semua negara melanjutkan upaya reformasi keuangannya. Salah satu yang saat ini menjadi fokus perhatian adalah upaya untuk membuat mata uang Cina lebih fleksibel sebab selama ini mata uang Yuan selalu dipatok pada batas tertentu atas dolar AS. Hal itulah yang membuat kegiatan ekspor Cina mendominasi pasar.Dalam pertemuan IMF dan Bank Dunia yang akan digelar 16-17 April mendatang isu-isu tersebutlah yang menurut Rato akan menjadi topik utama pembicaraan selain juga upaya IMF menjual cadangan emasnya. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads