Ekonomi Global Lesu, Sri Mulyani: RI masih Tumbuh Sangat Bagus di Atas 5%

Ekonomi Global Lesu, Sri Mulyani: RI masih Tumbuh Sangat Bagus di Atas 5%

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 08 Des 2016 13:20 WIB
Ekonomi Global Lesu, Sri Mulyani: RI masih Tumbuh Sangat Bagus di Atas 5%
Foto: Maikel Jefriando
Nusa Dua - Indonesia masih menjadi negara yang beruntung karena masih bisa tumbuh di atas 5% di tengah perlambatan perekonomian global. Dua negara yang lebih dari Indonesia untuk sekarang adalah China dan India dengan pertumbuhan ekonomi bisa di atas 6%.

Demikianlah disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam seminar bertajuk Unlocking Public and Private Investment in Indonesia: Role of Financial Sector di Hotel Hilton, Bali, Rabu (8/12/2016).

"Indonesia masih tumbuh sangat bagus, di atas 5% dan itu kita hanya di bawah India dan China. Tidak banyak negara yang kuat bertahan dengan kondisi sekarang," paparnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi sekarang, ekonomi global masih terus melambat di sekitar 3%. Lebih buruk lagi bahwa pertumbuhan perdagangan lebih rendah dari perekonomian global. Di samping juga persoalan geopolitik yang belum terpecahkan oleh beberapa negara.

Banyak negara maju dengan ekonomi tidak sesuai espektasi. Ekonomi AS masih belum membaik, begitu juga dengan Jepang dan negara kawasan Eropa yang bahkan telah menggunakan mekanisme suku bunga negatif. China juga belum banyak perubahan.

Harga komoditas masih rendah, walaupun ada ekspektasi adanya peningkatan seiring dengan proyeksi terhadap harga minyak dunia yang meningkat.

"Lingkungan ekonomi global tidak cukup bagus hari ini. 5% adalah pertumbuhan yang sangat beruntung, dibandingkan AS atau negara lain," terang Sri Mulyani

Keberhasilan Indonesia, menurut Sri Mulyani diawali dengan proses demokrasi yang berjalan baik pasca reformasi 1998. Baik Presiden serta pemerintah daerah dipilih langsung oleh masyarakat. Ini menandakan adanya sebuah kestabilan yang berhasil diciptakan.

"Kita sudah memilih Presiden lewat proses demokrasi dengan sangat baik," imbuhnya.

Hal tersebut ikut mempengaruhi berjalannya ekonomi. Reformasi tidak hanya berjalan dari sisi politik, melainkan juga perbaikan institusi yang berkaitan dengan ekonomi. Baik itu Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kalau itu tidak dijalankan, bagaimana untuk bisa bertahan dalam kondisi sekarang," tegas Sri Mulyani. (mkl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads