Demikianlah disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam seminar bertajuk Unlocking Public and Private Investment in Indonesia: Role of Financial Sector di Hotel Hilton, Bali, Rabu (8/12/2016).
"Indonesia masih tumbuh sangat bagus, di atas 5% dan itu kita hanya di bawah India dan China. Tidak banyak negara yang kuat bertahan dengan kondisi sekarang," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak negara maju dengan ekonomi tidak sesuai espektasi. Ekonomi AS masih belum membaik, begitu juga dengan Jepang dan negara kawasan Eropa yang bahkan telah menggunakan mekanisme suku bunga negatif. China juga belum banyak perubahan.
Harga komoditas masih rendah, walaupun ada ekspektasi adanya peningkatan seiring dengan proyeksi terhadap harga minyak dunia yang meningkat.
"Lingkungan ekonomi global tidak cukup bagus hari ini. 5% adalah pertumbuhan yang sangat beruntung, dibandingkan AS atau negara lain," terang Sri Mulyani
Keberhasilan Indonesia, menurut Sri Mulyani diawali dengan proses demokrasi yang berjalan baik pasca reformasi 1998. Baik Presiden serta pemerintah daerah dipilih langsung oleh masyarakat. Ini menandakan adanya sebuah kestabilan yang berhasil diciptakan.
"Kita sudah memilih Presiden lewat proses demokrasi dengan sangat baik," imbuhnya.
Hal tersebut ikut mempengaruhi berjalannya ekonomi. Reformasi tidak hanya berjalan dari sisi politik, melainkan juga perbaikan institusi yang berkaitan dengan ekonomi. Baik itu Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Kalau itu tidak dijalankan, bagaimana untuk bisa bertahan dalam kondisi sekarang," tegas Sri Mulyani. (mkl/ang)











































