JK Ingatkan Akuntan Indonesia Soal Kasus Arthur Andersen

JK Ingatkan Akuntan Indonesia Soal Kasus Arthur Andersen

Baban Gandapurnama - detikFinance
Kamis, 08 Des 2016 13:39 WIB
JK Ingatkan Akuntan Indonesia Soal Kasus Arthur Andersen
Foto: Baban Gandapurnama
Bandung - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mewanti-wanti kepada akuntan di Indonesia agar selalu menjaga nama baik profesi dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Dia mengingatkan para akuntan soal nasib perusahaan jasa akuntansi di Amerika Serikat (AS) yang gulung tikar.

"Modal utama akuntan itu pengetahuan, skill dan kepercayaan," kata JK saat memberikan sambutan acara pembukaan Regional Public Sector Conference (RPSC) ke-4 dan Konvensi Nasional Akuntansi (KNA) ke-8 di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/12/2016).

Bidang akuntansi diperlukan untuk mengontrol dan menata pengelolaan keuangan negara serta suatu perusahaan. JK berharap para akuntan profesional tetap menjaga integritas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, menurut JK, akuntan tak hanya bermodal kepintaran saja, tetapi harus bisa membangun kepercayaan publik. Dia bercerita, pada tahun 2002, perusahaan jasa akuntansi Arthur Andersen berbasis di AS mengalami kebangkrutan sehingga mengakibatkan 85 ribu karyawan menganggur.

"Bukan merugi, justru sebaliknya dapat laba. Tapi karena me-mark-up, akhirnya (Arthur Andersen) kehilangan kepercayaan dan bangkrut. Jadi, perusahaan akuntan bisa langsung bangkrut bukan karena kepintaran, tapi karena hilang kepercayaan," tutur JK menegaskan.

"Akuntan harus punya keberanian, kalau tidak sistem tidak akan jalan. Akuntan juga harus jujur,," ujar JK menambahkan.

Hadir dalam kesempatan acara tersebut antara lain Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial dan Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Mardiasmo. (bbn/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads