"Saya nggak bisa berdiri tegak kalau tahu ada yang belum selesai (bantuan). Dalam perut saya rasanya tidak enak. Ini hal yang harus dicamkan, punya anggaran Rp 10 triliun yang harus dikelola, jangan sampai salah sasaran, salah alamat, salah orang," ujar Susi di kantornya, Jakarta, Kamis (8/12/2016).
"Coba evaluasi lagi berapa persen yang sampai ke masyarakat. Program yang nggak perlu atau nggak urgent, stop saja. Uang penghematan bisa dibalikin ke negara atau digunakan untuk proyek lain yang bermanfaat untuk jadi Santa Claus bagi nelayan," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus pastikan dulu orang yang dapat kapal, bukan orang yang sudah punya kapal, terus dapat kapal lagi. Tapi berikan ke yang membutuhkan dan ingin kerja tapi nggak punya kapalnya," jelas Susi. (drk/drk)










































