Keluarga Sampoerna Takkan Larikan Dananya ke LN
Kamis, 07 Apr 2005 15:57 WIB
Jakarta - Keluarga Sampoerna berkomitmen tidak melarikan dananya ke luar negeri pasca penjualan sahamnya ke Philip Morris. Dana hasil penjualan tersebut akan diinvestasikan ke sektor agribisnis di dalam negeri."Mereka berkomitmen tidak akan bawa dananya ke luar negeri dan akan investasi ke agribisnis di seluruh Indonesia," kata Staf khusus Wapres Alwi Hamu di kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (7/4/2005).Pernyataan Alwi ini disampaikan usai mendampingi Wapres Jusuf Kalla menerima kedatangan petinggi HM Sampoerna termasuk di dalamnya Putera Sampoerna.Dalam kesempatan itu secara khusus keluarga Sampoerna memaparkan rencana bisnisnya ke depan berdasarkan potensi yang ada yakni ingin memiliki usaha di bidang agribisnis sebagai mainan barunya nanti. Dikatakannya bisnis barunya ini akan menyebar di seluruh Indonesia kecuali di Pulau Jawa. Salah satu proyek awalnya adalah pembukaan perkebunan tebu dan pabrik gula di Papua.Akan tetapi, Awli mengaku tidak tahu kapan rencana bisnis tersebut akan mulai direalisasikan oleh keluarga Sampoerna. "Itu terserah mereka, agribisnis kan pertumbuhannya slow yakni buka lahan dulu, pembibitan baru produksi," ungkapnya.Seperti diketahui Philip Morris International Inc (PMI) pada pertengahan Maret lalu mengakuisisi 40 persen saham PT HM Sampoerna Tbk milik keluarga Sampoerna senilai Rp 18,6 triliun. Philip Morris juga masih akan melakukan penawaran tender atas seluruh sisa saham HM Sampoerna, sehingga total nilai akuisisi diperkirakan mencapai Rp 48 triliun (US$ 5,2 miliar).
(san/)











































