Tunjukkan Keseriusan, Cina Mulai Tangkapi Pembajak Produk
Kamis, 07 Apr 2005 16:05 WIB
Jakarta -
Setelah diprotes karena tingginya tingkat pembajakan, Cina akhirnya mulai menunjukkan keseriusannya dengan menangkap para pembajak. Cina mengumumkan telah menangkap 419 orang pembajak produk. Pengumuman Sekjen Kantor Hak Intelektual Cina, Xiang Xin, Kamis (7/4/2005) seperti dilansir AP, dilakukan dalam rangka menangkis tudingan bahwa Cina gagal menghentikan merajalelanya pemalsuan, film, musik dan barang-barang lainnya. Xiang Xin mengatakan, pihak berwenang Cina telah merampas barang-barang olah raga, obat-obatan, suku cadang dan sejumlah barang lain yang dipalsukan senilai US$ 12 juta atau sekitar 100 juta Yuan sejak November lalu. Barang-barang yang disita dari operasi itu diantaranya, spare part poros Toyota, Nissan dan Mazda, Viagra, sepatu merek Adidas dan juga Nike. Xiang mengungkapkan, untuk kasus terbesar yang ditemukan adalah dari sekelompok penduduk Cina bagian tenggara yang ditangkap bersamaan dengan 650 ribu kotak produk Gillette palsu yang bernilai US$ 3,5 juta. Selain itu, kata Xiang, juga ditemukan sekelompok orang di daearah timur laut Cina bersamaan dengan 320 ton susu bubuk palsu. Pemerintah Cina sendiri sangat mengkhawatirkan beredarnya susu bubuk palsu ini setelah di bagian Timur Cina ditemukan ratusan bayi menderita kekurangan gizai akibat minum susu yang tidak lagi mengandung gizi tersebut. Kerugian yang diderita perusahaan-perusahaan akibat pembajakan besar-besaran di Cina ini diperkirakan mencapai US$ 16-50 miliar per tahun. Xiang mengatakan, dari operasi pemberantasan itu, sebanyak 280 kasus berhasil dipecahkan, dengan 419 orang ditangkap sepanjanga November hingga Februari. Angka ini menurut Xiang berarti meningkat 50 persen dibandingkan tahun lalu. Pemerintah Cina, kata Xiang, juga berencana untuk meluncurkan kampanye publik bekerjasama dengan Billboard pada April ini dalam rangka menghancurkan pembajakan dan mengkampanyekan masyarakat untuk tidak menggunakan produk bajakan. Pengumuman ini muncul setelah adanya laporan dari pemerintah AS pada bulan lalu yang menyebutkan bahwa produk pembajakan di Cina telah mencapai level epidemik dan Beijing dinilai gagal untuk menghentikan masalah itu. Selain itu pemerintah Indonesia juga pernah menyatakan kegusarannya atas pemalsuan produk di Cina tersebut. Pada bulan lalu, Bea Cukai Indonesia pernah menemukan ribuan rokok palsu buatan Cina. Pemerintah Indonesia sendiri pernah mendesak Cina untuk lebih serius menangani masalah pembajakan ini.Cina saat ini juga dinilai sebagai negara sumber pemalsuan produk terbesar di dunia dari film-film Hollywood, software bajakan keluaran Microsoft, baju-baju keluaran Ralph Lauren dll.
(qom/)










































