Wacana Safe Guard TPT Semestinya Untungkan Indonesia

Wacana Safe Guard TPT Semestinya Untungkan Indonesia

- detikFinance
Kamis, 07 Apr 2005 17:39 WIB
Jakarta - Wacana akan diberlakukannya safe guard TPT (tekstil dan produk tekstil) oleh AS dan Uni Eropa terhadap Cina seharusnya menjadi peluang bagi ekspor tekstil Indonesia untuk merebut pasar Cina.Demikian dikatakan Dubes RI untuk WTO Gusmardi Bustami saat jumpa pers di Departemen Perdagangan, Jl. Ridwan Rais, Jakarta. Kamis (7/4/2005).Tingginya tarif yang dikenakan oleh negara-negara maju merupakan masalah lain yang dihadapi oleh negara berkembang disamping perkembangna teknologi pasca penghapusan kuota tekstil dari 1 Januari 2005.Oleh karena pada tanggal 4-6 April 2005 diadakan pertemuan ITCB (International Textile and Clothing Bureau) ke-41 di Bali yang diarahkan adanya penghapusan hambatan perdagangan seperti penghapusan atau pengurangan tarif dan nontarir barier, implementasi ketentuan trade remedies (dumping, subsidi dan safe guard) yang wajar dan terciptanya perdagangan TPT yang wajar.ITCB juga sepakat bahwa perundingan di forum WTO khususnya dalam negosiasi Non Agriculture Market Access (NAMA) di WTO, fasilitas dan peraturan perdagangan yang harus dapat menjamin terciptanya liberalisasi perdagangan khususnya akses pasar TPT negara berkembang. Formula penurunan tarif untuk TPT merupakan hal terpenting. ITCB sepakat bahwa TPT merupakan komiditi penting bagi negara berkembang oleh karenanya negara berkembang harus memperoleh manfaat maksimal dari kegiatan ekepor TPT melalaui fleksibilitas ketentuan rule of origin dan pengembangan perdagangan antarnegara berkembang melalui mekanisme global system trade reference.ITCB juga melihat bahwa ketentuan antidumping dan subsidi sering digunakan secara tidak wajar oleh negara maju untuk melindungi industri TPT-nya. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads