Konsorsium yang terdiri dari PT Waskita Toll Road (55%), PT Energi Bumi Mining (25%), dan PT Panca Wira Usaha (20%) ini ditargetkan dapat merampungkan proyek jalan tol sepanjang 38,29 km ini pada Juni 2019 mendatang.
"Jadwal konstruksi diharapkan Juni 2017 sampai Juni 2019," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna kepada detikFinance saat dihubungi di Jakarta, Minggu (11/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Herry mengatakan, dengan terpilihnya Waskita sebagai pemenang proyek ini, maka konsorsium tersebut juga wajib membangun jalan tol Trans Sumatera ruas Terbanggi Besar-Kayu Agung sepanjang 25 kilometer.
"Waskita akan memberikan dukungan konstruksi pada jalan tol Terbanggi besar-Kayu Agung sebesar 25 km," katanya.
Ruas tol ini sendiri akan dibangun dalam 4 tahap, yaitu seksi I Krian-Kedamen (9,5 km), seksi II Kedamen-Boboh (9,1 km), seksi III Boboh-Bunder (10,57 km) dan seksi IV Bunder-Manyar (9,12 km). Pengerjaannya pun ditargetkan rampung pada Juni 2019 mendatang.
Hal ini didukung oleh pernyataan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang berharap pengerjaan jalan tol ini bisa segera dilakukan sehingga dapat rampung dalam waktu dua tahun selanjutnya.
"Saya harap pembangunan tol ini segera dilaksanakan. Agar tepat waktu operasi dengan penyelesaian 24 bulan, maka tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar bisa selesai Juni 2019," ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu. (dna/dna)











































