Ekspor RI Melonjak, Neraca Perdagangan November Surplus Rp 10,8 Triliun

Ekspor RI Melonjak, Neraca Perdagangan November Surplus Rp 10,8 Triliun

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 15 Des 2016 11:54 WIB
Ekspor RI Melonjak, Neraca Perdagangan November Surplus Rp 10,8 Triliun
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Neraca perdagangan RI November 2016 tercatat surplus sebesar US$ 837,8 juta (Rp 10,8 triliun), dengan ekspor US$ 13,50 miliar dan impor US$ 12,66 miliar.

Secara akumulasi Januari - November 2016, juga tercatat surplus US$ 7,79 miliar.

"Besaran surplus sekarang ini hampir sama seperti tahun lalu," kata Sasmito Hadi Wibowo, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (15/12/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ekspor US$ 13,50 miliar atau naik 21,34% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sementara bila dibandingkan dengan Oktober 2015, maka ada kenaikan 5,91%. Khusus untuk minyak dan gas bumi (migas) naik dari US$ 1,06 miliar menjadi US$ 1,10 miliar dan non migas naik dari US$ 11,69 miliar menjadi US$ 12,39 miliar.

"Kenaikan ekspor dibandingkan dengan tahun lalu adalah 21,34% tinggi, jadi spektakuler naiknya," ujar Sasmito.

Total ekspor 2016 (Januari - November) mencapai US$ 130,65 atau turun 5,63% (yoy).
Non migas turun 1,96% menjadi US$ 118,80 miliar.

Porsi terbesar adalah Lemak dan Minyak Hewan Nabati US$ 16,05 miliar dan Bahan Bakar Mineral (BBM) US$ 13,06 miliar.

Pangsa pasar ekspor:
  • Amerika Serikat (AS) US$ 14,22 miliar
  • China US$ 13,23 miliar
  • Jepang US$ 11,97 miliar
  • ASEAN US$ 28,02 miliar
  • Uni Eropa US$ 12,98 miliar


Sementara impor US$ 12,66 miliar atau naik 9,88% dibandingkan dengan November 2015. Dibandingkan Oktober 2016 maka ada kenaikan sebesar 10%.

Untuk impor migas naik dari US$ 1,55 miliar menjadi US$ 1,76 miliar. Non migas naik dari US$ 9,56 miliar menjadi US$ 10,90 miliar.

Total impor selama tahun ini adalah US$ 122,9 miliar atau turun 5,94% (yoy). Khusus non migas turun 1,87% menjadi US$ 105,8 miliar.

Porsi terbesar adalah mesin dan pesawat mekanik dengan US$ 19,09 miliar dan mesin dan peralatan listrik US$ 13,95 miliar.

Pangsa pasar impor:
  • China US$ 27,55 miliar
  • Jepang US$ 11,84 miliar
  • Thailand US$ 7,95 miliar
  • ASEAN US$ 22,82 miliar
  • Uni Eropa US$ 9,72 miliar
(mkl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads