Ini Penyebab Ekspor RI Melonjak di November 2016

Ini Penyebab Ekspor RI Melonjak di November 2016

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 15 Des 2016 14:37 WIB
Ini Penyebab Ekspor RI Melonjak di November 2016
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Ekspor Indonesia pada November 2016 tercatat mencapai US$ 13,50 miliar atau naik 21,34% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Dibandingkan dengan bulan lalu, maka ada kenaikan 5,91%. Faktor pendorong utamanya adalah Crude Palm Oil (CPO), batu bara, permata, dan tembaga.

Demikian disampaikan Sasmito Hadi Wibowo, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (15/12/2016).

"Ekspor ini dorong oleh sektor estraktif. CPO, batu bara dan permata serta tembaga, karena faktornya adalan kenaikan harga," paparnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khusus untuk CPO, Sasmito menjelaskan masih ada kenaikan ekspor secara volume seiring dengan peningkatan permintaan global. Walaupun dari sisi harga ada sedikit penurunan.

Kemudian batu bara, tembaga dan permata mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan sejak awal tahun.

"Tapi batu bara dan CPO itu menjadi dua komoditas yang berpengaruh terhadap ekspor," ujar Sasmito.

Total ekspor 2016 (Januari - November) mencapai US$ 130,65 atau turun 5,63% (yoy). Non migas turun 1,96% menjadi US$ 118,80 miliar.

Porsi terbesar adalah Lemak dan Minyak Hewan Nabati US$ 16,05 miliar dan Bahan Bakar Mineral (BBM) US$ 13,06 miliar.

Pangsa pasar ekspor:
Amerika Serikat (AS) US$ 14,22 miliar
China US$ 13,23 miliar
Jepang US$ 11,97 miliar
ASEAN US$ 28,02 miliar
Uni Eropa US$ 12,98 miliar

"Ekspor sepertinya akan back to normal. Sepertinya yang dikatakan jurang terdalam adalah di Januari 2016. Walaupun Juli 2016 terendah, tapi jurangnya di Januari," tandasnya. (mkl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads