Impor Jagung Turun Tapi Gandum Naik, Ini Penjelasan Kementan

Impor Jagung Turun Tapi Gandum Naik, Ini Penjelasan Kementan

Muhammad Idris - detikFinance
Kamis, 15 Des 2016 15:20 WIB
Impor Jagung Turun Tapi Gandum Naik, Ini Penjelasan Kementan
Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim hingga saat ini impor jagung turun di atas 60% dibandingkan tahun lalu. Namun demikian, rupanya impor gandum juga mengalami kenaikan. Ini terjadi lantaran pabrik pakan beralih dari jagung impor ke gandum sebagai bahan baku.

Direktur Perlindungan Tanaman Kementan, Dwi Iswari, mengatakan program perluasan tambah tanam baru gencar dilakukan, selain itu sebagian besar anggaran untuk perluasan 3 juta hektar lahan baru bisa direalisasikan tahun depan.

"Ini kan belum jalan, jadi kita baru mulai tanam yang 3 juta hektar ini sampai 2017, kalau di 2016 saya lupa sudah bertambah berapa. Nah untuk tutupi kebutuhan jagung ini, mungkin mereka beralih ke yang lain dulu (gandum)," jelas Dwi di seminar Tantangan dan Peluang Agribisnis 2017 di Hotel Santika, Jakarta, Kamis (15/12/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun 2015 kita hanya fasilitasi benih dan pupuk untuk 4 ribu hektar, sekarang sampai 2017 kita siapkan untuk 3 juta hektar. Jadi kekurangan (jagung) masih ambil dari sana-sini, beralih pada gandum dulu," imbuhnya.

Dengan kondisi seperti, wajar jika pabrikan pakan ternak untuk sementara memenuhi bahan bakunya dari gandum. Lantaran belum banyak jagung yang ditanam dari program 3 juta hektar lahan baru tersebut.

"Panen jagung saja belum, kemudian anggaran juga masih ada di 2017. Tapi kita sudah MoU dengan 41 perusahaan pakan ternak untuk serap jagung petani. Silakan dipetakan, benih, pestisida, pupuk, dan pembinaan ada di kami," terang Dwi. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads