Langkah pertama adalah meningkatkan produktifitas dengan cara membagikan benih unggulan dan pupuk secara gratis ke petani. Selain itu akan diberikan juga alat mesin pertanian atau alsintan untuk membantu menekan biaya produksi.
"Untuk swasembada pangan dengan cara meningkatkan produktifitas. Caranya kami coba bagikan bibit unggul, menekan biaya produksi membagikan alsintan," kata Amran, di kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Jumat (16/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita membagikan indeks pertamanan ini masih kecil sekali baru 1 kali ini dinaikkan jadi 2 kali, artinya apa 2 kali lipat produksinya ujar Amran.
Ia mengatakan jika Kalimantan telah mampu memproduksi 2 kali dalam setahun maka dapat mengekspor beras terutama ke negara tetangga seperti Malaysia. Di mana menurutnya, setiap tahunnya Malaysia mengimpor beras sebanyak 1,2 juta ton.
"Kalau capai IP 2 ini nanti ekspor, kalau sudah 2 kali tanam saja sudah ekspor. Kalimantan ini kalau 2 kali tanam sudah ekspor bukan swasembada lagi tapi kita harus bergerak bersama," imbuhnya.
Ia juga berencana memberikan bantuan Rp 200-300 miliar untuk tanam jagung seluas 100 ribu ha. Di mana benih dan pupuknya akan diberikan secara gratis.
"Kalo Kalimantan bisa tanam jagung, kami berikan apakah butuh misal 50.000 ha kita siapkan. 100 ribu pun kita isi pupuk dan benih tanam di sela - sela sawit, dengan coklat. Kalau 100.000 nilainya Rp 200 miliar atau Rp 300 miliar saya kasih," imbuhnya. (dna/dna)











































