Rakor Pangan di Kalteng, Mentan Minta Daerah Perbatasan Ditanami Tanaman Pangan

Rakor Pangan di Kalteng, Mentan Minta Daerah Perbatasan Ditanami Tanaman Pangan

Yulida Medistiara - detikFinance
Jumat, 16 Des 2016 17:00 WIB
Rakor Pangan di Kalteng, Mentan Minta Daerah Perbatasan Ditanami Tanaman Pangan
Foto: Yulida Medistiara
Palangkaraya - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) soal pangan bersama kepala daerah di Kalimantan Tengah. Rakor membahas soal lahan dan ketahanan pangan Provinsi Kalimantan Tengah.

Rapat digelar sekitar pukul 15.00 WIB. Rapat dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat, Staf Khusus Kasad Brigjen TNI Afifudin, anggota Komisi IV DPR RI dapil Kalteng, Hamdani, serta jajaran kepala daerah Kalimantan Tengah dan bupati provinsi Kalteng.

Dalam paparannya, Amran menyebut ia memiliki tujuan membangun desa dari pinggiran, di mana dari daerah harus swasembada pangan dan ekspor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Amran meminta "jalan-jalan tikus' di daerah perbatasan dibuka untuk ditanami tanaman pangan. Jalan ini tadinya akan ditutup untuk mencegah penyelundupan impor dari luar negeri.
Mentan Amran Rakor di Palangkaraya-Kalimantan TengahFoto: Yulida Medistiara
Mentan Amran Rakor di Palangkaraya-Kalimantan Tengah

Menurut Amran, langkah ini dilakukan untuk menggenjot swasembada sekaligus ekspor tanaman pangan ke negara tetangga.

"Mimpi kami membangun dari pinggiran, bawang masuk dari jalur tikus. Pak tunjukkan, jalan tikus itu kalau bisa ini jalan tikusnya mereka buka lebar, itu tikusnya tahun depan dari daerah tembus ke Singapura," kata Amran, di kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Palangkaraya, Kalteng, Jumat (16/12/2016).

Amran mengatakan, jika ketahanan pangan di daerah terpenuhi, maka selanjutnya tinggal ekspor ke negara tetangga. Ia mencontohkan Malaysia impor beras 1,2 juta ton dari Pakistan dengan waktu berjam-jam, sementara jika diekspor dari Entikong tinggal jalan kaki saja telah dapat ekspor.

"Kalau misal ekspor ke negara tetangga ke Malaysia dari Entikong, melangkah 1 langkah itu kan ekspor, makanya kita harus rajin tanam cabai di perbatasan," imbuh Amran.

"Entikong kita tanam di perbatasan. Keuntungan kita satu budaya sama-sama melayu. Misal dari Kepulauan Riau (Kepri) juga ekspor ke Singapura itu pasar kita 5 juta penduduk dari Kepri," imbuhnya.
Mentan Amran Rakor di Palangkaraya-Kalimantan TengahFoto: Yulida Medistiara
Mentan Amran Rakor di Palangkaraya-Kalimantan Tengah

Ia mengatakan, daerah-daerah perbatasan ke depan harus menyasar ekspor ke negara tetangganya. Misalnya Papua ekspor ke Papua Nugini, NTT ke Timor Leste dan perbatasan lainnya.

Amran mengatakan, varietas beras organik akan didorong untuk dikembangkan di daerah perbatasan. Hal itu karena harga jual beras organik akan lebih tinggi daripada beras biasa. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads