Tahun Depan, Jasa Marga Bakal Lepas Saham Dua Anak Perusahaan Rp 1 Triliun

Tahun Depan, Jasa Marga Bakal Lepas Saham Dua Anak Perusahaan Rp 1 Triliun

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Senin, 19 Des 2016 20:23 WIB
Tahun Depan, Jasa Marga Bakal Lepas Saham Dua Anak Perusahaan Rp 1 Triliun
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) berencana melakukan divestasi aset dua anak perusahaan, PT Jakarta Lingkar Barat Satu dan PT Trans Marga Jawa Tengah. Namun, penjualan saham kedua anak perusahaan Jasa Marga tersebut masih menunggu persetujuan komisaris perseroan.

Direktur Keuangan Jasa Marga Anggiasari menyebutkan, perseroan akan melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Jakarta Lingkar Barat Satu dan 15% saham milik Jasa Marga di PT Trans Marga Jawa Tengah.

"Yang kami persiapkan di 2017, kami akan lakukan divestasi aset JORR W I (Jakarta Outer Ring Road West I) dan Trans Marga Jawa Tengah. Kisarannya 10-15% dari saham Trans Marga Jawa Tengah dan Jakarta Lingkar Barat Satu jual keseluruhan kita punya 19%. harapannya booked fee di atas Rp 1 triliun," jelas Anggiasari di Financial Club Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin (19/12/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tahun depan, perseroan juga akan menerbitkan obligasi senilai RP 6 triliun. Penerbitan obligasi tersebut untuk membayar utang perseroan.

"Untuk penawaran umum berkelanjutan kita refinancing. 2017 minimal Rp 6 triliun juga ini adalah kisaran angka yang kami lakukan assesment sekuritisasi aset juga monitisasi," tutur Anggiasari.

Jasa Marga juga berencana melakukan sekuritisasi aset dengan skema seperti Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) serta Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA).

KIK EBA adalah salah satu instrumen investasi yang bisa dibeli masyarakat lewat pasar modal. Lewat instrumen ini, masyarakat memiliki sebagian kepemilikan suatu unit aset baik bangunan hingga jalan tol dengan persentase tertentu sesuai dengan dana yang diinvestasikan.

"Sekuritisasi seperti RDPT, bond syariah biasa. Sekuritisasi aset juga dikembalikan ke KIK EBA," tutup Anggiasari.

Siapkan Belanja Modal di Atas Rp 20 Triliun di 2017

Di tahun 2017, perusahaan berencana mengalokasikan capital expenditure (capex) alias belanja modal tahun depan di atas Rp 20 triliun. Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat belanja modal perseroan tahun ini.

Direktur Keuangan Jasa Marga Anggiasari enggan merinci detail berapa besaran detail belanja modal perseroan jalan tol di tahun mendatang.

"Di 2017 akan double dari 2016, sekarang 2016 kira-kira mendekati Rp 10 triliun. Nanti di 2017 kepalanya Rp 20 triliun, agak gemuk," kata Anggiasari.

Perseroan juga menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 16% dibandingkan tahun ini sebesar Rp 8 triliun. Di tahun 2017, perseroan juga tidak akan melakukan investasi secara tunai. Hal ini dilakukan agar perseroan tidak memiliki beban bunga di 2017.

"Bahwa kebijakan Jasa Marga di 2017 tidak investasi cash, seluruh investasi non cash," kata Anggiasari.

Pembangunan jalan tol melalui kontraktor juga dilakukan melalui skema pre financing. Artinya, pihak kontraktor terlebih dahulu yang menanggung biaya pembangunan dan akan dibayar saat pembangunan proyek jalan tol selesai.

"Scheme kontraktor pre financing jadi seperti kontraktor biayai terlebih dahulu," tutup Anggiasari. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads