Follow detikFinance
Selasa 20 Dec 2016, 22:05 WIB

Berantas Aksi Pungli, Mentan Bentuk Tim Sapu Bersih

Muhammad Idris - detikFinance
Berantas Aksi Pungli, Mentan Bentuk Tim Sapu Bersih Foto: Ari Saputra
Jakarta - Aksi sapu bersih pungli alias pungutan liar gencar dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tak ketinggalan, Kementerian Pertanian (Kementan) ikut terlibat dalam aksi sapu bersih pungli.

"Tadi pagi saya telah tandatangani Pembentukan Tim Sapu Bersih Pungli," tegas Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam keterangan tertulis, Selasa (20/12/2016)

Amran menjelaskan, tim ini ada yang punya SK (tim terbuka) dan ada yang tidak punya SK (tim tertutup). Dia juga mengingatkan para pejabat di Kementan soal Tim Sapu Bersih tanpa SK.

"Yang ditakuti harusnya adalah yang tidak pakai SK karena bisa jadi tidak dikenal tapi sudah siap menangkap yang salah karena melakukan pungli," tegas Amran sambil melirik hadirin.

Pembentukan Tim Buser ini bertujuan agar para pejabat dan pelaksana di Kementerian Pertanian benar-benar bekerja sesuai dengan aturan. Selain itu, agar kepercayaan meningkat serta produktivitas tinggi sehingga apa yang dicapai selama ini akan semakin meningkat.

Saat ini, di Badan Karantina Pertanian sudah ada 146 pegawai yang telah mengalami demosi. Ini belum termasuk demosi 11 eselon I di direktorat lainnya.

"Jadi dalam 2 tahun ini telah dilakukan penyegaran terhadap eselon 1 dan 2 dengan total 100 orang dengan harapan kinerja Kementan semakin baik seperti saat ini," kata Amran.

Pencapaian Kementan hingga akhir tahun ini antara lain, pasokan pangan cukup stabil dengan produksi pangan utamanya beras pada 2015 naik 6,64 persen, dan pada tahun 2016 naik 4,97 persen. Meskipun dalam kondisi iklim ekstrim el nino dan la nina.Selama dua tahun tersebut produksi naik 8,3 juta ton setara Rp 38,5 triliun.

Pada 2016 tidak ada rekomendasi dan ijin impor beras premium. Kemudian, Hambatan distribusi dan permainan perdagangan dapat diredam, dan berdasarkan global food security index (GFSI) 2016 ketahanan pangan Indonesia meningkat terbesar di dunia dengan indeks 2,7 dan aspek ketersediaan pangan naik tinggi do peringkat 66.

"Semua itu tidak dapat kita capai apabila kita bekerja biasa-biasa saja," tutur Amran.

Berdasarkan angka ramalan II BPS dan Kementerian Pertanian, produksi padi 2016 sebanyak 79,14 juta ton GKG meningkat 3,74 juta ton atau 4,97 persen dibandingkan tahun 2015.Produksi jagung sebanyak 23,16 juta ton pipilan kering, meningkat 3,55 juta ton atau 18,11 persen dibandingkan tahun 2015.

Capain tersebut saya sampaikan adalah kerja keras kita dan apalagi ada tim satgas sapu bersih ini kita harapkan produktivitas kita semakin meningkat. (hns/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed