ECB Kecam Penjualan Emas IMF
Sabtu, 09 Apr 2005 11:30 WIB
Jakarta - Bank Sentral Eropa atau Europes Central Bank (ECB) mengecam niat International Monetary Fund (IMF) untuk menjual beberapa cadangan emasnya untuk mendanai pengurangan utang bagi negara-negara debiturnya.Kecaman itu dilontarkan Presiden ECB Jean-Claude Trichet. "Bantuan pembangunan harusnya dibiayai secara normal dari dama yang sudah dianggarkan daripada melalui penggunaan aset-aset moneter IMF," kata Trichet. Seperti yang dikutip Wolrdnews Sabtu (9/4/2005) Trichet menyatakan jika IMF betul-betul menjual emasnya, akan lebih baik jika penjualan itu digunakan untuk memperkuat keuangan IMF, daripada untuk membiayai pengurangan utang bagi negara-negara berkembang.Kendati belum ada konsensus apapun mengenai rencana itu, tetapi Trichet menyatakan, pihaknya akan berhati-hati menanggapi masalah ini. Terlebih lagi kedudukannya sebagai bank sentral. "Penjualan emas IMF harus dilaksanakan sedemikian rupa agar tidak menganggu pasar emas," katanya.Trichet menyatakan, keputusan ECB baru-baru ini untuk menjual 47 ton emas miliknya tidak dapat disamakan dengan rencana IMF. Penjualan itu teleh disetujui dalam keputusan bank sentral yang dilakukan setiap lima tahun. "Hal ini dilakukan untuk membentuk kembali aset cadangan ECB, ujar Trichet.Penjualan cadangan emas IMF ini untuk mendanai pengurangan utang. Rencana ini mendapat dukungan kuat dari Inggris yang saat ini adalah ketua G-7 sekarang. Namun AS telah menyatakan keberatannya terhadap pendekatan tersebut.Sebelumnya, para menteri keuangan kelompok negara industri termaju dunia yang tergabung dalam Grup Tujuh (G-7) meminta IMF agar menyusun usulan mengenai penjualan emas bagi pengurangan utang untuk diajukan pada pertemuan musim semi IMF dan Bank Dunia pada pertengahan April di Washington.Para pejabat keuangan dunia telah berupaya menemukan cara untuk mengurangi utang negara-negara termiskin yang mencapai US$ 80 miliar kepada IMF dan Bank Dunia. Negara-negara miskin tak mampu menyelamatkan diri dari beban berat utang yang menindih mereka dan tak dapat melakukan investasi di bidang pendidikan, kesehatan dan program lainnya untuk menurunkan angka kemiskinan, demikian kata para aktivis pengurangan utang.
(mar/)











































