Apa Kabar Pembangunan Tol Pertama di Kalimantan?

Apa Kabar Pembangunan Tol Pertama di Kalimantan?

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Kamis, 22 Des 2016 07:22 WIB
Apa Kabar Pembangunan Tol Pertama di Kalimantan?
Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Jakarta - Tak melulu di Pulau Jawa, pemerintah juga melakukan pembangunan infrastruktur di Pulau Kalimantan. Salah satunya adalah pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,2 kilometer (km) di Desa Karangjoang, Balikpapan Utara, Kalimantan Timur.

Proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda menjadi menjadi proyek jalan tol pertama di Pulau Kalimantan yang tengah dikebut pemerintah.

Pekerjaannya terbagi dalam 5 seksi yakni, Seksi I sepanjang 22,03 kilometer (km) dari Balikpapan Km 13-Samboja, Seksi II 30,98 Km dari Samboja-Muara Jawa, Seksi III 17,3 Km dari Muara Jawa-Plaran. Kemudian Seksi IV 17,95 Km dari Palaran-Samarinda dan terakhir Seksi V 11,09 Km.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimana perkembangannya?

"Kalau tanah, secara total 83%. Yang di ujung malah di atas 90%, seksi I, seksi II, seksi III. Untuk seksi IV masih 41%, dan seksi V 52,6%. Tapi secara total tanahnya sudah 83%. Jadi di bagian yang tanahnya sudah selesai, mereka (kontraktor) langsung masuk, walau memang belum banyak progresnya, tapi sudah mulai masuk tahun ini," terang Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna, kepada detikFinance di kantornya, Jakarta, Selasa (20/12/2016).

Sedangkan dalam pengerjaan konstruksinya, Herry menjelaskan, saat ini baru satu seksi saja yang telah dikerjakan lebih dari 50%. Sisanya, baru mulai dikerjakan, terutama bagian yang dikerjakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

"Kalau konstruksi kan yang bagian pemerintah sudah berjalan. Nah kalau yang porsi badan usaha baru masuk kemarin, baru mulai melaksanakan di tahap-tahap awal. Pengujian, kan ada yang dibangun terlebih dahulu. Untuk saat ini proses konstruksinya, seksi I itu sudah 54%. Seksi V itu baru di bawah 1%, baru 0,82%. Yang badan usaha belum masuk, sedang mulai persiapan," terangnya.

Dirinya pun mengatakan, dalam proyek tersebut pihaknya ditargetkan untuk menyelesaikan satu tahun lebih cepat dari target yang ditentukan sebelumnya, yakni tahun 2019.

"Awalnya kan 2019, tapi waktu di Istana kan bilang 2018, itu sudah percepatan sekali. Sebelumnya jangankan mikirin ini, mikirin selesainya saja nggak. Sekarang kita mikirin tahunnya dimajuin," ujarnya.

Hingga saat ini, kata Herry, tidak ada perubahan dalam biaya investasi dari proyek tersebut. Masih mengacu pada perjanjian sebelumnya yang sebesar Rp 9,97 triliun. Ia pun mengatakan, belum ada kendala yang cukup berarti dalam proyek jalan tol pertama di Kalimantan ini.

"Kan lelangnya baru kemarin, terus baru ada badan usaha, sejauh ini saya lihat untuk yang ini hanya tinggal menyelesaikan tanah, dan tidak terlalu besar. Jadi enggak terlalu terkendala, dibanding yang lain," tuturnya. (dna/wdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads