Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna, mengungkapkan pembangunan jalan tol ini tak akan berhenti hanya sampai Samarinda. Pemerintah berencana memperpanjang rute jalan tol ini hingga ke Bontang dengan penambahan panjang jalan tol sekitar 95 km.
"Nanti mau ditambah ke Bontang, ini lagi proses, panjangnya 95 km, dari Samarinda, jadi sebelum belok ke Samarinda nanti diteruskan ke Bontang," ungkap Herry, saat berbincang santai dengan detikFinance di kantornya, Jakarta, Selasa (20/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Enggak pakai lelang, jadi ditambahkan saja, nyambung dengan tol Balikpapan-Samarinda. Nanti parameternya disesuaikan. Kan di sana lebih mendorong, kalau istilahnya ship follow the thread, jadi ada kapal yang dibangun mengikuti perdagangan. Tapi ada juga yang dibangun dulu kapalnya, baru nanti thread-nya yang datang," terangnya.
Untuk pengerjaannya sendiri, kata Herry tidak perlu menunggu hingga tol Balikpapan-Samarinda selesai. Namun dapat dikerjakan secara simultan.
Ia mengtakan, tujuan dari penambahan rute hingga ke Bontang karena Bontang merupakan kawasan yang bergerak di daerah minyak. Selain itu, dengan tambahan rute tol ini, diharapkan dapat menjadi stimulus perkembangan industri di sana.
"Bontang kan daerah minyak, kalau kita teruskan itu ada berapa ratus kilometer lagi kawasan industri. Ya akhirnya, nanti bisa terkoneksi dengan Kaltara (Kalimantan Utara). Bahkan ke perbatasan Kalimantan" katanya.
Penambahan panjang rute jalan tol pertama di Kalimantan ini dianggap cukup strategis, karena bakal menghubungkan sejumlah fasilitas penting seperti pelabuhan, bandara dan tentunya pusat ekonomi.
"Iya (jadi stimulus). Pengalaman, seperti orang berdesakan di Cikarang, itu berapa kilometer dari pelabuhan. Kenapa Cikarang bisa seperti itu. Makanya sekarang saya bilang, semua pelabuhan utama harus terkoneksi ke jalan tol, diminta atau tidak diminta harus kita fasilitasi," lanjutnya.
Herry juga mengungkapkan, khusus untuk rute tambahan Samarinda-Bontang ini, pengerjaan proyek ini ditargetkan mulai pada tahun 2018 mendatang.
"Tahun depan sudah bicara pengadaan tanah dan dokumen persiapannya. Jadi seharusnya pengadaan lahannya 2017. Kalau tanah 2017, ya mungkin (konstruksinya) 2018 barangkali jalan, ya nanti kita lihat dulu" tuturnya. (dna/wdl)











































