Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna, mengungkapkan rencana penyambungan jalan tol itu sendiri diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) setempat. Bahkan, Pemprov Kalimantan Timur telah memiliki hitung-hitungan kajian biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan proyek jalan tol tersebut.
Herry juga mengatakan, dari proyek ini Pemprov setempatlah yang paling antusias dalam mendorong pembangunan proyek ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun telah menyetujui usulan dari pembangunan proyek ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena dia melihat kalau ini dibangun pasti luar biasa di sana, enggak ada yang mubazir kalau bangun jalan," terang dia.
Harry pun mengatakan, Pemprov setempat telah memiliki hitung-hitungan yang dibutuhkan untuk pembangunan proyek ini. Dari hitung-hitungan Pemprov, keluar nilai sebesar Rp 9,6 triliun.
"Kita belum hitung, itu baru Pemprov sana yang sudah hitung, sebesar Rp 9,6 triliun. Ini hitungannya mereka tahun 2013. Dari angka itu tahun 2013, berarti kan itu mengacu ke rute yang mana, kondisi yang seperti apa, nanti dievaluasi lagi," terangnya. (dna/wdl)










































